Pilpres 2029 Masih Lama, Gibran Fokus Bekerja Bantu Presiden Prabowo

Pilpres 2029 Masih Lama, Gibran Fokus Bekerja Bantu Presiden Prabowo

Nasional | sindonews | Kamis, 12 Februari 2026 - 09:18
share

Sekjen GibranKu Pangeran Mangkubumi menuturkan isu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dianggap tidak lagi masuk bursa cawapres mendampingi Presiden Prabowo di Pilpres 2029 merupakan wujud spekulasi politik yang prematur. Selain itu, sangat tidak relevan dengan kepentingan bangsa saat ini.

Sebagai akademisi dan aktivis muda, Pangeran memandang perlu meluruskan arah diskursus publik agar tetap berpijak pada kepentingan yang lebih besar yakni keberhasilan pemerintah dan kesejahteraan rakyat.

Baca juga: Gerindra Dorong Prabowo Subianto Maju Pilpres 2029

Hal itulah yang kemudian diyakini Pangeran sedang diikhtiarkan oleh Gibran sebagai pembantu utama Prabowo. “Bangsa ini tidak membutuhkan spekulasi politik yang terlalu dini. Yang dibutuhkan hari ini adalah konsolidasi energi, pikiran, dan kerja nyata untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan efektif dan memberi dampak langsung kepada rakyat. Itu yang kami yakini sedang dilakukan Mas Gibran sebagai pembantu utama presiden,“ ujar Pangeran, Kamis (12/2/2026).

Sekjen GibranKu Pangeran Mangkubumi. Foto: Ist

Menurut dia, Gibran akan tetap fokus bekerja dan menjaga komitmennya dalam mendukung agenda strategis pemerintahan Prabowo mulai dari penguatan ekonomi kerakyatan, penciptaan lapangan kerja, hilirisasi industri, ketahanan pangan, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.“Kita tidak boleh terjebak dalam pembahasan posisi dan konfigurasi politik yang waktunya belum tiba. Hari ini Mas Gibran sangat fokus memastikan keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo. Keberhasilan itulah yang akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan Indonesia sebagaimana yang dicita-citakan Bapak Presiden,” ungkapnya.

Karena itu, dia mengajak seluruh elemen bangsa, partai politik, relawan, akademisi, tokoh masyarakat, hingga generasi muda untuk menjaga ruang publik tetap konstruktif.

Bagi dia, biarlah perdebatan politik berjalan pada waktunya. Tapi, dia meyakini kepentingan bangsa hari ini tentang memastikan setiap program pemerintah berbuah hasil yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Karena pada akhirnya, legitimasi kepemimpinan tidak ditentukan oleh isu melainkan oleh capaian. Dan masa depan Indonesia tidak dibangun oleh rumor melainkan kerja nyata,” kata Pangeran.

Topik Menarik