Tragis! Siswa SD Gantung Diri di Ngada NTT, Tinggalkan Surat Pilu untuk Sang Ibu

Tragis! Siswa SD Gantung Diri di Ngada NTT, Tinggalkan Surat Pilu untuk Sang Ibu

Nasional | inews | Selasa, 3 Februari 2026 - 15:20
share

Disclaimer: Artikel ini terkait kasus bunuh diri, mungkin sensitif bagi sebagian orang. Segera hubungi profesional apabila mengalami dorongan serupa.

NGADA, iNews.id - Kisah tragis mengguncang Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa kelas IV SD berinisial YBS (10) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri, Kamis (29/1/2026) siang.

Korban ditemukan tergantung di pohon cengkeh yang berada tidak jauh dari pondok sederhana tempat dia tinggal bersama neneknya di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT. Peristiwa ini viral di media sosial yang mengundang keprihatinan.

Informasi diperoleh, kejadian siswa SD gantung diri di Ngada ini pertama kali diketahui warga sekitar yang kemudian melaporkannya kepada polisi.  Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), anggota Polres Ngada menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditulis korban sebelum meninggal dunia. Surat tersebut ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Surat itu ditujukan kepada sang ibu dan ditulis menggunakan bahasa daerah Ngada. Di bagian akhir surat, korban juga menggambar simbol wajah menangis.

Isi surat tersebut antara lain menyebutkan permintaan agar sang ibu tidak menangis dan merelakan kepergiannya. Surat itu memperkuat dugaan bahwa korban mengakhiri hidupnya dengan sadar.

Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus E Pissort, membenarkan adanya temuan surat tersebut. Dia mengatakan tulisan dalam surat memiliki kemiripan dengan tulisan korban di buku sekolahnya.

“Berdasarkan hasil pencocokan dengan beberapa buku tulis korban, penyidik menemukan adanya kecocokan tulisan,” ujar Benediktus dikutip dari iNews TTU, Selasa (3/2/2026).

Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum peristiwa siswa SD gantung diri di Ngada ini terjadi, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena. Permintaan itu tidak dikabulkan karena sang ibu tidak memiliki uang.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa, termasuk latar belakang yang melatarbelakangi siswa SD bunuh diri di Ngada tersebut.

Topik Menarik