Mahasiswa Al Azhar asal Pekalongan Tewas Hanyut di Mesir, Keluarga Menunggu Jenazah

Mahasiswa Al Azhar asal Pekalongan Tewas Hanyut di Mesir, Keluarga Menunggu Jenazah

Nasional | inews | Senin, 2 Februari 2026 - 15:43
share

PEKALONGAN, iNews.id - Mahasiswa Al Azhar asal Kabupaten Pekalongan meninggal hanyut di Mesir setelah terseret arus Laut Tengah di wilayah Dimyat, Mesir. Kabar duka ini membuat keluarga korban syok dan hingga kini masih menunggu kepastian pemulangan jenazah dari luar negeri.

Identitas korban bernama Muhamad Ashim Alfabirri (23), mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo asal Desa Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Dia dikabarkan meninggal dunia saat beraktivitas di kawasan pantai Laut Tengah, Sabtu (31/1/2026)

Informasi meninggalnya korban disampaikan secara resmi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo kepada pihak keluarga. Kabar tersebut langsung disambut keluarga dengan suasana duka mendalam.

Ayah korban, Abdul Basit, mengungkapkan putranya telah menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar sejak Januari 2021 dan saat ini berada di semester akhir.

"Anak saya kuliah dari Januari 2021, sekarang sudah semester akhir," ujarnya, Senin (2/2/2026).

Menurut keterangan keluarga, peristiwa itu terjadi saat anaknya bersama mahasiswa pergi ke pantai. Dua di antaranya sempat berenang ke tengah laut sebelum terseret arus deras.

"Tiga orang ke laut, dua orang mandi ke tengah lalu terseret. Salah satunya yang terseret anak saya. Alhamdulillah anak saya sudah ketemu," katanya.

Abdul Basit menjelaskan, jenazah putranya saat ini masih berada di rumah sakit setempat di Mesir sambil menunggu proses administrasi dan tiket pemulangan ke Indonesia.

"Jenazah masih disimpan di rumah sakit, menunggu tiket," katanya.

Keluarga telah mengajukan permohonan bantuan kepada KBRI Mesir untuk penanganan jenazah sesuai prosedur yang berlaku. Hingga kini, belum ada kepastian terkait waktu pemulangan jenazah ke Tanah Air. Puluhan kerabat dan warga sekitar terus berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

Selain Ashim, satu mahasiswa Universitas Al-Azhar lainnya asal Bengkulu yang turut berada di lokasi kejadian hingga kini masih dinyatakan hilang. Proses pencarian terus dilakukan oleh otoritas setempat di Mesir.

KBRI Kairo bersama komunitas mahasiswa Indonesia di Mesir juga terus melakukan koordinasi intensif untuk membantu proses pencarian korban yang belum ditemukan serta pendampingan kepada keluarga korban.

Topik Menarik