Kemenag: Indonesia Perkuat Diplomasi Alquran di Tingkat Global

Kemenag: Indonesia Perkuat Diplomasi Alquran di Tingkat Global

Nasional | okezone | Senin, 2 Februari 2026 - 10:11
share

JAKARTA  Kementerian Agama memperkuat diplomasi Alquran dan penguatan literasi keislaman di tingkat global. Pemerintah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga penerbitan dan distribusi di Mesir.

Kepala Unit Percetakan Alquran (UPQ) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Ismail Nur, mengatakan, dalam ajang internasional tersebut, UPQ menandatangani MoU dengan empat mitra Mesir, yaitu United Egypt Company for Trading and Individual Investment, Aldiplomasy, Dar-Mobdioun for Publishing and Distribution, serta United Arab Foundation.

“Seluruh MoU ini memiliki substansi kerja sama yang sama, mencakup bidang percetakan, penerbitan, distribusi mushaf Alquran, serta penguatan literasi dan pemikiran keislaman,” ujar Ismail Nur, Senin  (2/2/2026).

Menurut Ismail, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada aspek produksi dan distribusi mushaf Alquran, tetapi juga diarahkan untuk membangun kolaborasi strategis internasional dalam penyebarluasan literasi Alquran, pendidikan keagamaan, serta penguatan pemikiran Islam moderat.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memperluas akses masyarakat Mesir dan kawasan sekitarnya terhadap mushaf Alquran Indonesia yang berkualitas, sahih, dan terverifikasi, sekaligus menguatkan peran Indonesia sebagai aktor global dalam diplomasi Alquran,” jelasnya.

Ia menambahkan, MoU tersebut juga membuka ruang dialog peradaban melalui penyelenggaraan pameran buku dan mushaf Alquran, seminar internasional, serta forum-forum ilmiah lintas negara. Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan menjadi medium pertukaran gagasan, keahlian, dan pengalaman antarnegara dalam pengembangan literasi keislaman global.

MoU tersebut ditandatangani di Kairo, Republik Arab Mesir, pada 29 Januari 2026, dan berlaku selama tiga tahun sejak 2026, dengan kemungkinan diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis para pihak.

 

Ismail menegaskan, penandatanganan MoU ini memiliki arti penting bagi UPQ dan Indonesia. Selain menjadi fondasi kerja sama internasional di kawasan Timur Tengah, langkah ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat rujukan percetakan Al-Qur’an yang profesional dan berstandar internasional.

“Kerja sama ini membuka jalur distribusi resmi dan berkelanjutan mushaf Alquean Indonesia di Mesir, yang kami harapkan dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama lanjutan, baik dalam program bersama, pameran internasional, maupun pertukaran keahlian percetakan mushaf,” ujarnya.

Ke depan, Ismail berharap, MoU tersebut dapat segera diimplementasikan secara nyata melalui program penerbitan dan distribusi Alquran yang berkelanjutan, sekaligus membangun ekosistem kerja sama jangka panjang antara UPQ dan mitra di Mesir.

 

“Harapannya, kontribusi Indonesia dalam penguatan literasi Alquran global semakin meningkat, serta membuka peluang kerja sama dengan lembaga-lembaga Islam di Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa,” kata Ismail.

Ia juga menekankan pentingnya peran UPQ sebagai role model internasional dalam tata kelola percetakan dan distribusi mushaf Alquran yang akuntabel dan profesional, serta penguatan kontribusi Indonesia dalam literasi keislaman, kebudayaan, dan pengembangan pemikiran Islam moderat di tingkat dunia.

Topik Menarik