Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Temui Abraham Samad hingga Susno Duadji

Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Temui Abraham Samad hingga Susno Duadji

Nasional | okezone | Senin, 2 Februari 2026 - 11:01
share

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi terkait kabar Presiden Prabowo Subianto yang baru-baru ini menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh. 

Prasetyo menegaskan, tokoh-tokoh yang ditemui Presiden bukanlah tokoh oposisi, melainkan tokoh nasional yang memiliki kepedulian tinggi di bidangnya masing-masing.

"Bukan, enggak, bukan, bukan tokoh oposisi. Tapi beliau bertemu dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki kepedulian di bidangnya masing-masing," tegas Prasetyo di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Menurut Prasetyo, gaya komunikasi tersebut merupakan cara Presiden Prabowo untuk menyerap aspirasi sekaligus mensosialisasikan program pemerintah. Pertemuan dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup untuk mendiskusikan berbagai persoalan bangsa.

"Nah, inilah cara Bapak Presiden selama ini berkomunikasi. Ada yang terbuka, ada yang tertutup, dalam rangka berdiskusi, menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan terhadap program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah dan oleh Bapak Presiden, yang semuanya berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara serta kepentingan masyarakat," ujarnya.

 

Prasetyo memastikan, tidak ada tokoh partai politik dalam daftar pertemuan tersebut. Para tokoh yang hadir mewakili kepakaran dan pengalaman profesional masing-masing, di antaranya Pakar Kepemiluan sekaligus Peneliti Senior BRIN Siti Zuhro, Mantan Ketua KPK Abraham Samad, serta Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji.

"Tokoh parpol tidak ada. Jadi kemarin tokoh-tokoh kepemiluan, ada Prof. Siti Zuhro. Kemudian juga tokoh pemberantasan korupsi, mantan Ketua KPK, Bapak Abraham Samad. Lalu tokoh kepolisian, mantan Kabareskrim, Bapak Susno. Ada beberapa yang nanti juga akan kita lanjutkan dengan tokoh-tokoh lainnya," tegasnya.

Sementara itu, Prasetyo meluruskan isu bahwa dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai revisi Undang-Undang KPK. Ia menyatakan, fokus pembicaraan lebih kepada pemetaan persoalan pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Enggak, kemarin tidak membicarakan itu. Tetapi lebih kepada bagaimana beliau mendapatkan penjelasan-penjelasan. Bagaimanapun, beliau memiliki pengalaman dalam hal pemberantasan korupsi. Jadi, beliau ingin mendapatkan gambaran, karena sekali lagi korupsi adalah pekerjaan rumah bagi kita semua," pungkasnya.

Topik Menarik