Peringatan Dini Cuaca BMKG: Waspadai Hujan Lebat di Cisarua KBB Sepekan ke Depan

Peringatan Dini Cuaca BMKG: Waspadai Hujan Lebat di Cisarua KBB Sepekan ke Depan

Nasional | inews | Kamis, 29 Januari 2026 - 20:00
share

BANDUNG BARAT, iNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi hujan ringan hingga lebat masih akan menyelimuti kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, hingga sepekan ke depan.

Cuaca ekstrem tersebut masih menjadi tantangan besar dalam proses pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Guna memperlancar proses evakuasi, BMKG terus berupaya "menghalau" hujan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan secara masif.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu mengungkapkan, telah melakukan penyemaian awan atau modifikasi cuaca berkali-kali sejak tanggal 24 Januari 2026. Hal ini dilakukan untuk memecah pertumbuhan awan hujan di atas lokasi bencana.

"Hanya untuk hari Kamis ini saja, dari pagi hingga siang, kami telah menerbangkan pesawat modifikasi cuaca sebanyak tiga kali di kawasan Gunung Burangrang atau area longsor. Jika ditotal sejak 24 Januari, sudah lebih dari 10 kali dilakukan," ujar Teguh Rahayu di Posko SAR Gabungan, Kamis (29/1/2026).

Meski upaya TMC dilakukan secara agresif, Teguh mengakui kondisi saat ini berada di puncak musim hujan. Pertumbuhan awan yang sangat cepat membuat intensitas hujan masih cukup sering terjadi di area tersebut.

53 Kantong Jenazah Ditemukan

Sementara itu, tim SAR gabungan bersama tim DVI Polda Jabar terus melakukan validasi data korban. Hingga Kamis siang, tercatat jumlah korban yang berhasil dievakuasi telah mencapai 53 orang. Sedangkan 27 korban lainnya masih dalam pencarian.

Mengingat kondisi tanah yang masih jenuh akibat curah hujan tinggi, BMKG dan Tim SAR meminta masyarakat maupun relawan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Penguatan di berbagai sektor koordinasi terus ditingkatkan agar proses pencarian 27 korban yang masih tertimbun dapat berjalan maksimal sebelum hujan lebat kembali turun. 

Saat ini, fokus tim gabungan adalah mempercepat penggalian di titik-titik yang diprediksi menjadi lokasi keberadaan korban, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.

Topik Menarik