Banjir Luapan Sungai Sigranala Rendam Jalur Cirebon-Indramayu, Arus Lalin Lumpuh
CIREBON, iNews.id – Jalur provinsi yang menghubungkan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terendam banjir setinggi 30 hingga 50 cm, Kamis (29/1/2026) pagi. Banjir terjadi imbas meluapnya Sungai Sigranala setelah diguyur hujan dera sejak Rabu (28/1/2026) malam.
Akibat banjir tersebut, ruas jalan utama kedua kabupaten itu tersendat lantaran banyaknya kendaraan yang mengalami mati mesin atau mogok saat nekat menerjang banjir.
Titik banjir terparah berada di Desa Bayalangu Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. Air menggenangi jalan sepanjang satu kilometer, memicu kemacetan panjang di kedua arah.
Banjir ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Cirebon dan sekitarnya selama tiga hari berturut-turut. Kondisi diperparah dengan meluapnya Sungai Sigranala yang mengalami pendangkalan serius.
Sungai tersebut tidak mampu menampung debit air kiriman yang sangat tinggi dari wilayah hulu di Kabupaten Majalengka. Akibatnya, air melimpah ke badan jalan sejak Rabu kemarin dan ketinggiannya terus meningkat hingga Kamis pagi.
Banyak pengendara sepeda motor yang nekat menerobos genangan air meski ketinggiannya mencapai setengah meter. Akibatnya, puluhan motor mengalami mogok akibat mesin kemasukan air.
Petugas kepolisian dari Polsek Gegesik diterjunkan ke lokasi untuk mengatur lalu lintas dan membantu mendorong kendaraan warga yang mogok di tengah banjir.
"Banyak motor yang mati mesin karena air cukup tinggi. Kami tidak punya jalan pilihan lain selain lewat sini untuk bekerja dan aktivitas sehari-hari," kata Nana, warga Gegesik yang melintas.
Kapolsek Gegesik, AKP Ebo Bohari, mengonfirmasi bahwa arus lalu lintas sempat tersendat karena kendaraan harus melambat saat melintasi genangan. Sebagian pengendara yang merasa kendaraannya tidak mampu menerobos akhirnya memilih untuk memutar arah mencari jalur alternatif yang lebih jauh.
"Anggota kami siagakan di lokasi untuk membantu warga. Kami imbau pengendara tetap berhati-hati karena air kiriman dari hulu masih berpotensi naik jika hujan kembali turun," ujar AKP Ebo Bohari.
Masyarakat setempat berharap pemerintah segera melakukan normalisasi dan pengerukan pada Sungai Sigranala. Pasalnya, banjir di ruas jalan penghubung Cirebon-Indramayu ini selalu berulang setiap kali musim penghujan tiba akibat pendangkalan sungai yang tak kunjung ditangani.










