Ahli Tegas soal Mens Rea Pandji: Jangan Jadikan Agama Bahan Lawakan, Tidak Layak!
JAKARTA – Presiden Petisi Ahli, Pitra Romadoni menyoroti pembawaan unsur agama dalam materi stand up comedy Mens Rea, yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono. Ia menegaskan, agama tidak layak dijadikan bahan candaan.
Hal itu disampaikannya dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV bertajuk “Mens Rea Pandji, Lawakan atau Penghinaan?” pada Selasa (27/1/2026) malam.
Pitra mulanya tidak mempermasalahkan apabila materi yang dibawakan Pandji berisi kritik terhadap pemerintah. Menurutnya, kritik tersebut masih dalam konteks penilaian kinerja.
"Kalau dia (Pandji) berbicara dalam konteks kinerja pemerintah, berbicara terkait Presiden, Wakil Presiden, menteri, dan Kabinet Indonesia Maju hari ini, no problem, karena itu kinerja,” ucap Pitra.
Namun, ia menilai konten agama yang dibawakan Pandji dalam tayangan Mens Rea tidak pantas. Menurutnya, agama yang merupakan ranah kepercayaan umat beragama seharusnya tidak dijadikan bahan lelucon.
Penyebab Kapal Rombongan Camat dan Tim Dompet Dhuafa Tenggelam di Pangkep Tewaskan 3 Orang
"Tapi dia masuk ke ranah kepercayaan umat beragama di Indonesia. Jangan jadikan agama sebagai bahan candaan, lelucon, dan sesuatu untuk ditertawakan. Tidak layak," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Pandji Pragiwaksono resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik buntut materi stand up comedy yang dibawakannya dalam acara Mens Rea.
Materi tersebut dinilai menyinggung dan merugikan organisasi Islam besar di Indonesia. Laporan tersebut dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah. Aduan itu tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.
Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, mengatakan langkah hukum ditempuh karena materi komedi Pandji dianggap tidak lagi sekadar hiburan, melainkan telah menjurus pada penghinaan dan fitnah yang memicu kegaduhan publik.
“Kami melaporkan karena ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media,” kata Rizki kepada wartawan.










