Khozinudin: Jika Tersinggung Komedi Pandji, Berarti Ada yang Harus Diperbaiki

Khozinudin: Jika Tersinggung Komedi Pandji, Berarti Ada yang Harus Diperbaiki

Nasional | okezone | Selasa, 27 Januari 2026 - 20:39
share

JAKARTA – Tim Advokasi Antikriminalisasi, Ahmad Khozinudin buka suara terkait kritik komika Pandji Pragiwaksono dalam materi komedinya. Menurut dia, apabila ada pihak yang merasa “tertampar” oleh materi tersebut, maka ada sesuatu yang memang perlu diperbaiki.

Khozinudin menilai, tidak ada yang salah dari materi yang disampaikan Pandji Pragiwaksono. Ia menyebut, Pandji merupakan warga negara yang sah dalam menyampaikan kritik.

"Apakah ada yang salah dalam redaksi itu? Tidak. Bahwa ada yang tertampar dengan narasi itu, berarti benar kritiknya, ada yang perlu diperbaiki,” ujar Khozinudin dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (27/1/2026).

Khozinudin menilai, datangnya kritik dari seorang warga negara justru menandakan masih adanya pihak yang peduli terhadap bangsa Indonesia. Sebab, menurutnya, Pandji bisa saja memilih untuk tidak memedulikan apa yang terjadi di Tanah Air.

"Ketika ada elemen warga negara yang mengkritik negara dengan gayanya masing-masing, berarti elemen anak bangsa ini peduli dengan bangsa ini," tegasnya.
 

Meski demikian, ia tetap mengingatkan Pandji dan komika lainnya untuk tidak menyentuh agama sebagai materi candaan. Menurutnya, agama dan ibadah bukanlah objek humor.

"Tetapi tetap saya ingatkan kepada Pandji dan komika lainnya, agama apa pun, ibadah apa pun, termasuk salat, termasuk pergi ke gereja, bukan materi candaan. Ini yang membuat apresiasi kepada Pandji yang seharusnya luar biasa itu menjadi terkoreksi," sambungnya.

Namun, Khozinudin menegaskan, kesalahan dalam satu kalimat tidak bisa dijadikan alasan untuk mendelegitimasi keseluruhan kritik yang disampaikan Pandji.

“Pada saat yang sama, kita tidak boleh mendelegitimasi hanya dengan satu titik kalimat. Di balik ini ada bahaya yang besar. Apa bahayanya? Tidak ada insentif untuk melakukan kritik, karena kalah kritik bisa dipenjara,” pungkasnya.

Topik Menarik