BNPB Catat Rentetan Bencana 24 Jam Terakhir, Banjir hingga Longsor Telan Korban Hilang

BNPB Catat Rentetan Bencana 24 Jam Terakhir, Banjir hingga Longsor Telan Korban Hilang

Nasional | okezone | Senin, 26 Januari 2026 - 16:26
share

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah peristiwa bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu 24 jam terakhir, terhitung sejak 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 26 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. 

Memasuki akhir Januari 2026, bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi dan berdampak signifikan di sejumlah daerah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan angin kencang melanda Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (24/1/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Peristiwa ini dipicu hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang dan berdampak pada Kecamatan Pringgarata, Batukliang Utara, Praya, serta Pujut.

"Akibat kejadian tersebut, delapan kepala keluarga terdampak dan satu fasilitas pendidikan mengalami kerusakan. BPBD Kabupaten Lombok Tengah telah melakukan asesmen serta koordinasi lintas instansi," ujar Abdul Muhari, yang akrab disapa Aam, Senin (26/1/2026).

Sementara itu, hujan deras juga memicu banjir di Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu (25/1/2026) pukul 15.00 WITA. BNPB mencatat sebanyak 21 kepala keluarga terdampak, 13 kepala keluarga terpaksa mengungsi, serta 21 unit rumah mengalami kerusakan.

Aam memastikan BPBD Kabupaten Lombok Barat telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat serta melakukan penanganan darurat bagi warga terdampak.

 

Di Provinsi Jawa Tengah, bencana tanah longsor terjadi di Kabupaten Pemalang pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Longsor dipicu curah hujan tinggi dan kondisi tanah labil di kawasan Perhutani, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, dua warga masih dalam proses pencarian,” ujar Aam. Upaya pencarian oleh BPBD Kabupaten Pemalang bersama lintas instansi dan relawan masih terus dilakukan, meski terkendala cuaca buruk dan potensi longsor susulan.

Tak hanya bencana hidrometeorologi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terjadi di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, pada Minggu (25/1/2026) pukul 14.00 WIB. Karhutla melanda empat desa di tiga kecamatan, yakni Desa Sungai Awan di Kecamatan Muara Pawan; Desa Kuala dan Kuala Satong di Kecamatan Matan Hilir Utara; serta Desa Sungai Nanjung di Kecamatan Matan Hilir Selatan.

BNPB mencatat luas lahan terbakar mencapai 14,3 hektare. BPBD Kabupaten Ketapang bersama instansi terkait masih melakukan upaya pemadaman dan pengendalian agar api tidak meluas.

 

BNPB juga mengingatkan bahwa hingga Kamis (29/1), kondisi cuaca di Indonesia secara umum masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Potensi hujan sedang hingga lebat perlu diwaspadai di wilayah Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua.

Adapun hujan lebat yang disertai angin kencang berpeluang terjadi di Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Papua Pegunungan.

“Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dan angin kencang, serta menjauhi area rawan seperti pohon besar, papan reklame, dan bangunan rapuh,” kata Aam.

Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah lereng gunung agar segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat aman jika hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam. Pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan selama puncak musim hujan.

Topik Menarik