Siklon Tropis Luana Terdeteksi, BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi 6 Meter
JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait munculnya Siklon Tropis Luana. Berdasarkan pantauan pada Sabtu (24/1/2026) pukul 07.00 WIB, siklon ini terpantau berada di Samudera Hindia, sebelah selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Siklon Tropis Luana tumbuh dari Bibit Siklon 91S yang telah terpantau sejak dini hari pukul 01.00 WIB. Meski diprediksi intensitasnya akan menurun menjadi kategori low dalam 24 jam ke depan dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia ke arah tenggara, siklon ini tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan akan melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
BMKG juga menginformasikan Bibit Siklon Tropis 92P saat ini berada di daratan Australia, sebelah timur Teluk Carpentaria. Bibit siklon ini dinyatakan berada di luar wilayah pemantauan TCWC Jakarta dan dipastikan tidak memberikan dampak terhadap kondisi cuaca maupun perairan di Indonesia.
Selain itu, potensi angin kencang akibat Siklon Tropis Luana juga diprakirakan akan terjadi di beberapa wilayah, meliputi:
• Jawa Tengah bagian timur
• Jawa Timur
• Bali
• Nusa Tenggara Barat (NTB)
• Nusa Tenggara Timur (NTT)
Peringatan Gelombang Tinggi
Dampak signifikan juga terlihat pada kondisi perairan Indonesia. BMKG membagi peringatan gelombang dalam tiga kategori:
• Sangat Tinggi (4,0–6,0 meter): Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.
• Tinggi (2,5–4,0 meter): Perairan selatan Bali hingga NTT, Laut Sawu, serta Samudera Hindia selatan Jawa Barat hingga NTB.
• Sedang (1,25–2,5 meter): Mencakup perairan selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, serta sejumlah selat di wilayah NTT dan NTB.










