Perjuangan Siswa di Kaki Semeru Lumajang, Seberangi Banjir Lahar demi ke Sekolah

Perjuangan Siswa di Kaki Semeru Lumajang, Seberangi Banjir Lahar demi ke Sekolah

Nasional | inews | Senin, 12 Januari 2026 - 20:28
share

LUMAJANG, iNews.id – Semangat menuntut ilmu yang ditunjukkan siswa-siswi di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang, patut diacungi jempol. Pasca-banjir lahar hujan yang menerjang jalur aliran lahar Gunung Semeru, puluhan anak sekolah terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi derasnya aliran sungai demi sampai ke ruang kelas.

Kondisi memprihatinkan ini terjadi karena jembatan penghubung yang menjadi akses satu-satunya warga kini tidak bisa dilalui. Material banjir lahar berupa batu-batu besar dan pasir telah menimbun struktur jembatan, menyisakan aliran air Sungai Regoyo yang deras dan berisiko.

Pemandangan orang tua yang menggendong anak-anaknya menyeberangi sungai menjadi hal yang lumrah sekaligus menyedihkan. Langkah kaki mereka harus ekstra hati-hati di atas dasar sungai yang tidak rata dan licin.

Ayu Azhari, seorang siswi SMP setempat, mengaku terpaksa melakukan hal ini karena tidak ingin tertinggal pelajaran di sekolah. "Sudah biasa tadi digendong ibu. Ada sekitar 50-an anak yang bernasib sama. Tidak ada akses lain, jadi nekat saja," ujarnya, Senin (12/1/2026).

Hal senada diungkapkan oleh Sadariyah, salah satu orang tua siswa. Baginya, pendidikan anak tetap nomor satu meski maut mengintai di aliran sungai. 

"Setiap habis banjir selalu gendong anak ke sekolah supaya tidak ketinggalan pelajaran. Harapan kami hanya satu, segera dibangun jembatan permanen agar anak-anak tidak begini lagi," tuturnya penuh harap.

Dusun Sumberlangsep yang dihuni oleh sekitar 125 Kepala Keluarga (KK) kini praktis kehilangan akses transportasi normal. Tidak hanya siswa, warga yang hendak beraktivitas keluar dusun pun harus bersusah payah, bahkan ada yang terpaksa menggotong kendaraan roda dua mereka secara gotong royong untuk bisa menyeberang.

Hingga saat ini, warga masih menunggu bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah untuk melakukan pengerukan material atau pembangunan jembatan darurat agar aktivitas ekonomi dan pendidikan tidak terus-menerus terganggu setiap kali banjir lahar datang.

Topik Menarik