10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus
BANDUNG, iNews.id – Virus super flu terkonfirmasi telah menyerang sejumlah warga di Jawa Barat (Jabar). Dinas Kesehatan Provinsi Jabar mencatat sebanyak 10 warga terpapar virus varian baru influenza tersebut.
Temuan virus super flu di Jabar ini dikonfirmasi terjadi dalam rentang waktu Agustus hingga akhir tahun 2025. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, seluruh pasien yang terpapar dipastikan telah pulih.
Kepala Dinkes Jabar Vini Andiani Dewi menyampaikan bahwa virus super flu ini memiliki karakter gejala yang cenderung lebih lama dibandingkan flu biasa.
Menurutnya, virus super flu umumnya menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, demam, hingga sesak napas. Durasi penyembuhan juga lebih panjang dibandingkan flu biasa.
“Gejala lebih lama, malah katanya ada yang sampai satu bulan. Kalau flu biasa kan kurang dari seminggu sudah sehat kembali,” ujar Vini Andiani Dewi, Kamis (8/1/2026).
Virus super disebut akan berdampak lebih berat jika menyerang kelompok rentan, terutama warga yang memiliki penyakit penyerta atau kondisi kesehatan tertentu. Termasuk juga ke balita dan ibu hamil.
"Untuk kelompok rentan, gejalanya kian barat," katanya.
Meski demikian, Dinkes Jabar menyatakan virus super flu tidak lebih berbahaya dibandingkan dengan virus Covid-19, meskipun memiliki tingkat penularan.
Vini Andiani Dewi menjelaskan bahwa kasus virus super flu dilaporkan pada periode Agustus hingga Oktober 2025 sebelum akhirnya mengalami penurunan.
“Ada 10 kasus dari Agustus sampai akhir tahun. Di Oktober sudah menurun, sekarang semua sudah sehat,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna menghindari penularan virus.
“Perilaku hidup sehat. Kalau sakit istrahat di rumah, isolasi diri,” ujarnya.
Dinkes Jabar juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi temuan virus super flu. Warga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi serta beristirahat cukup.









