BNPB Sebut Jalan di Aceh Pulih 100 Persen, Jalur Banda Aceh-Medan Kembali Normal
JAKARTA, iNews.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh akses jalan nasional di Provinsi Aceh yang sempat lumpuh akibat banjir dan tanah longsor kini telah pulih total. Pencapaian ini sesuai dengan target yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), yakni rampung sebelum pergantian tahun.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa per 30 Desember 2024, seluruh target pemulihan jembatan dan jalan nasional telah tercapai.
"Alhamdulillah, per hari ini semua jalur sudah fungsional 100 persen dan bisa dilintasi masyarakat," ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).
Dia menyampaikan jalan nasional dari Tekengon menuju Blangkejeren yang sebelumnya dalam proses pemulihan kini telah berfungsi normal. Lalu seluruh jalur yang menghubungkan Banda Aceh menuju Medan, Sumatra Utara (Sumut) juga sudah bisa dilintasi.
"Ini semuanya saat ini mulai dari Banda Aceh ke Medan via jalur timur, kemudian Banda Aceh, Nagan Raya hingga ke bawah itu via jalur barat, dari Nagan Raya ke Takengon itu juga sudah terhubung. Kemudian dari Lhokseumawe ke Takengon via jalur KKA juga sudah terhubung," ujarnya.
Dia mengatakan, pemerintah menyediakan jalur alternatif untuk mendukung mobilitas masyarakat dari Bireuen ke Bener Meriah atau sebaliknya.
"Bireuen ke Bener Meriah juga sudah terhubung meski pun ada beberapa titik jembatan yang masih dalam proses perbaikan, tetapi ada jalur alternatif sehingga secara fungsional ini sudah bisa dilalui," ucap dia.
Dia menyampaikan jumlah ruas jalan terdampak bencana mencapai 38 titik. Kini dua ruas Jalan alternatif berada di Bts. Bireuen/Bener Meriah-Bener Meriah/Aceh Tengah (Jalan Alternatif di Jembatan Putus Weihni Enang-Enang dan Jamur Ujung) dan Genting Gerbang-Sp. Uning (Jalan Alternatif di Jembatan Putus Titi Merah).
"Seperti kita lihat, untuk jumlah ruas jalan terdampak itu semua sudah dikerjakan meskipun masih ada dua fungsional alternatif, tapi fungsional itu sudah 100 persen," ucapnya.
Lalu, 12 dari 16 jembatan yang sebelumnya putus telah diperbaiki. Sementara empat jembatan fungsional melalui Jalan Alternatif: Weihni Enang-Enang, Jamur Ujung, Titi Merah, Kr. Beutong.
"Empat ini ada jalur alternatifnya sehingga jalur ini fungsional juga sudah 100 persen bisa dilewati," kata dia.










