Awali Tahun Baru 2026, Warga Padang Pariaman Gelar Doa Tolak Bala Dijauhkan Bencana
PADANG PARIAMAN, iNews.id– Mengawali tahun baru 2026, puluhan warga Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menggelar ikhtiar spiritual. Mereka melaksanakan tradisi doa bersama dan ratik tolak bala sebagai permohonan perlindungan kepada Allah SWT agar nagari mereka dijauhkan dari segala musibah.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (1/1/2026) ini melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari ulama, tokoh adat, hingga para pemuda setempat.
Ritual diawali dengan doa bersama yang dipusatkan di jantung Nagari Pasie Laweh. Dipimpin oleh para ulama terkemuka, suasana berlangsung sangat khidmat.
Isak tangis haru sesekali terdengar saat warga memanjatkan doa, mengingat sejumlah bencana alam yang sempat melanda wilayah Sumatera Barat beberapa waktu lalu.
Setelah doa bersama, ritual dilanjutkan dengan Ratik Tolak Bala. Dalam tradisi ini, warga melakukan arak-arakan berjalan kaki mengelilingi batas-batas wilayah nagari. Sepanjang perjalanan, lantunan kalimat Tahlil, Tahmid, dan Takbir terus dikumandangkan secara serentak, memecah kesunyian awal tahun dengan nuansa religius yang kental.
Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan tradisi turun-temurun yang sarat makna. Ratik Tolak Bala dianggap sebagai benteng spiritual sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
Ulama Pasie Laweh, Zainul Tuanku Malin Bandaro, dalam pesannya menyampaikan bahwa ikhtiar manusia haruslah seimbang antara fisik dan batin.
"Ini adalah bentuk pengabdian dan kepasrahan kita kepada Sang Pencipta. Dengan doa dan kebersamaan ini, kita berharap Nagari Pasie Laweh selalu diberikan keselamatan, dijauhkan dari marabahaya, dan diberkahi ketenangan di tahun yang baru ini," ujar Zainul Tuanku Malin Bandaro.
Meski melibatkan banyak orang, kegiatan ini berlangsung dengan sangat tertib. Warga berjalan teratur mengikuti arahan para tokoh adat hingga kembali ke titik awal. Acara kemudian ditutup dengan sesi saling bersalam-salaman (bersalaman) antarwarga, memperkuat rasa persaudaraan di awal tahun.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Nagari Pasie Laweh menunjukkan bahwa di tengah kemajuan zaman, nilai-nilai spiritualitas dan kearifan lokal tetap menjadi pegangan utama dalam menghadapi berbagai tantangan alam.










