Panggilan Ariyanto Bakri ke Mantan Ketua PN Jaksel Arif Nuryanta: Mendan
Advokat Ariyanto Bakri mengungkap panggilannya kepada Mantan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) sekaligus Mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Muhammad Arif Nuryanta. Ariyanto ternyata memanggil Arif dengan sebutan Mendan atau komandan.
Hal itu diungkapkan Ariyanto saat menjadi saksi dalam perkara dugaan suap hakim berujung vonis lepas terdakwa korporasi pada perkara korupsi ekpor crude palm oil. Terdakwa dalam perkara ini di antaranya Muhammad Arif Nuryanta, Wahyu Gunawan, Djuyamto, Agam Syarief Baharudin, dan Ali Muhtarom.
Jaksa awalnya mempertanyakan Ariyanto berkaitan dengan komunikasi dirinya dengan seseorang yang diasumsikan sebagai orang Wilmar. Jaksa pun mempertanyakan apa sebutan Ariyanto kepada lawan bicaranya di telepon.
Baca juga: 12 Sepeda Mewah hingga 130 Helm Milik Ariyanto Bakri Disita Kejagung
"Ketika saudara berkomunikasi dengan orang yang saudara asumsikan orang Wilmar di Singapura, itu kan ketika menyebut saudara dengan menyebut Ary, Ary. Saudara menyebut apa ke pihak yang menelpon Saudara? dengan sebutan apa?" tanya Jaksa."Sir, kadang bapak" jawab Ariyanto.
Namun saat jaksa mempertanyakan siapa sosok itu, Ariyanto mengaku lupa. Ia juga menyebut tidak pernah bertanya nama.
"Seandainya pun saya tahu, saya lupa pak. Saya tidak pernah bertanya nama," tutur dia.
"Masak tidak pernah bertanya nama?" tanya Jaksa.Ariyanto mengklaim tidak berbohong. Ia lantas menceritakan percakapan yang dialaminya.
"Demi Allah pak, saya tidak berbohong. Ini yang saya lihat, saya dengar dan saya lakukan,” ujarnya.
Jaksa kemudian kembali mengutip percakapan kembali. Dari percakapan itu muncul sosok yang dipanggil sebagai Mendan.
"Oke, saya ikut saudara dulu. Dengan budget tersebut saya cerita sama Wahyu, 'oke nanti gue bilangin. Saya akan lapor sama Mendan'," kata Jaksa
"Mendan itu siapa?" lanjut Jaksa."Beliau, Pak Arif," jawab Ariyanto.
Ia tak menampik bahwa Mendan merupakan sebutan panggilan dirinya kepada Arif. Panggilan itu pun diakuinya diciptakan bersama Wahyu.
"Sebutan Pak Arif dari siapa?" tanya Jaksa.
"Dari saya pak, dari saya berdua sama Pak Wahyu," sambungnya.










