Kisah Warga Daha dan Tumapel Tinggal di Hutan Tarik Cikal Bakal Kerajaan Majapahit

Kisah Warga Daha dan Tumapel Tinggal di Hutan Tarik Cikal Bakal Kerajaan Majapahit

Nasional | sindonews | Minggu, 24 Agustus 2025 - 07:12
share

RADENWijaya mulai membuka hutan baru di Tarik untuk menjadikan permukiman. Lahan inilah yang menjadi cikal bakalKerajaan Majapahit, sebuah kerajaan besar di Pulau Jawa yang menguasai hingga beberapa daerah di negeri seberang.

Upaya menarik masyarakat tinggal di Hutan Tarik dilakukan Raden Wijaya. Misi itu diwarnai dengan cara-cara menarik yang ditempuh Raden Wijaya demi memperbanyak penduduk di wilayah Hutan Tarik yang dirancangnya.

Cara-cara menarik itu membuat lambat laun banyak warga menetap di sana. Saat itu banyak warga Daha dan Tumapel juga menetap di wilayah Majapahit.

Baca juga: Riwayat Ibu Kota Kerajaan Majapahit Hancur Akibat Pergolakan Internal

Caranya Raden Wijaya memberikan penghargaan dan menaikkan pangkat rakyat di kerajaan yang baru didirikannya sebagaimana dikutip dari "Menuju Puncak Kemegahan : Sejarah Kerajaan Majapahit", karya sejarawan Prof Slamet Muljana.Cara unik yang dilakukan dengan memberikan nama-nama baru atau pangkat kepada mereka yang tinggal di Majapahit. Penganugerahan nama baru oleh Raden Wijaya itu disesuaikan dengan watak dan rupa mereka. Orang yang matanya membelalak diberi nama Agra Pawaka.

Orang yang kelihatannya tahu akan sastra diberi nama Suprayata, sedangkan orang yang tampaknya sangat berani dan pantas menjadi senapati perang diberi nama Jagawastra. Orang yang bergodeg lebat diberi nama Kapal Asoka, yang suaranya galak diberi nama Januwak.

Sedangkan, yang kelihatannya sangat pemberani diberi nama Sura Sampana, orang yang paling gendut, matanya bundar diberi nama Tunjung Tutur.

Orang kecil, bergodeg panjang, polatannya seram diberi nama Wirasanta. Orang yang matanya bundar, badannya kekar kuat, tetapi pendek diberi nama Jejaka Pidikan.

Dua orang bersaudara anak akuwu Sidabawana diberi nama Singa Anuwuk dan Singa Andaka. Orang dari Lawor, ucapannya sangat manis, tindak tanduknya sangat meresapkan hati diberi nama Parijata. Kemudian, pemuda yang berbetis keras, bergodeg, dan berkumis diberi nama Carita Angsana. Seorang perempuan tani yang sudah beranak lima diberi nama Subiksa, sedangkan seorang perempuan muda yang berparas cantik diberi nama Rara Sindura.

Setelah itu, Raden Wijaya meninggalkan paseban. Mereka yang menghadap merasa puas karena mendapat perhatian dari Raja Majapahit Raden Wijaya. Cara itu dapat menarik simpati dari penghuni baru yang datang dari berbagai dusun di daerah Singasari dan Kediri.

Hal ini diperkuat dengan sikap sangat ramah para pemuda dusun. Dari uraian tersebut nyata sekali bahwa Kota Majapahit mulai dengan rumah bambu sederhana yang berpagar bambu.

Topik Menarik