Hebat! Indonesia Buat Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih yang Dilengkapi Senjata Modern
Industri pertahanan dalam negeri terus berupaya mengembangkan dan memodernisasi alat utama sistem senjata (alutsista). Salah satunya yang kini tengah dalam proses pembuatan adalah Kapal Fregat Merah Putih, kapal perang yang disebut-sebut terbesar dan tercanggih milik Indonesia.
Tidak hanya itu, kapal perang yang dibuat oleh PT PAL ini juga dilengkapi oleh persenjataan canggih dan modern. Mampu melindungi dan menyerang musuh yang ada di udara, permukaan maupun di bawah laut.
Dalam kegiatan "Eksplorasi Industri Pertahanan" yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan), SindoNews berkesempatan melihat dari dekat bagaimana pembangunan Kapal Fregat Merah Putih di galangan kapal PT PAL Surabaya, Jawa Timur.
Baca juga: Kapal AL Inggris HMS Richmond Kunjungi Jakarta, Tingkatkan Kerja Sama Militer dan Budaya
Saat ini pembangunan kapal tersebut sudah mencapai 66. Pembuatan kapal yang dilakukan di Dock Semarang ini tinggal menunggu pemasangan sensor, weapon, and command (Sewaco) atau combat system dari Turki. Pemasangan sistem persenjataan itu rencananya dilakukan pada 2027 setelah kapal siap berlayar.“Inilah kapal perang tercanggih milik Indonesia, standarnya standar dunia. Saat ini yang membangun kapal jenis ini hanya tiga negara di dunia yakni, Inggris, Philadelphia, dan Indonesia,” ujar Direktur Produksi PT PAL Diana Rosa, Jumat (27/6/2025).
Baca juga: PT PAL Bangun Fasilitas Canggih untuk Percepat Pembuatan 2 Kapal Selam Scorpene
Diana Rosa mengakui, pemasangan sistem persenjataan membutuhkan waktu. Hal yang sama juga dialami oleh negara-negara lain seperti Inggris. “Pertama akan berlayar, setelah itu kembali lagi untuk pasang senjata dan itu sudah sesuai rule dan regulasinya. Persenjataannya memang lama membuatnya,” ucapnya.
Kepala Divisi Sensor, Weapon, and Command (Sewaco) PT PAL Enjud Darojat menjelaskan, ini merupakan kapal canggih sesuai dengan penugasannya bahwa fregat merupakan kapal yang tidak hanya mempertahankan diri sendiri tapi juga mempertahankan gugus tugas. Kapal Fregat Merah Putih ini memang dirancang untuk menjalankan peran area defense, yakni melindungi kapal-kapal lain dalam gugus tugas dari serangan udara maupun bawah laut.“Kapal perang itu sangat lemah dari serangan udara, maka kita akan pasang rudal untuk antiudara. Rudal permukaan ke udara ini ada dua, ada yang long race dan medium. Kalau jarak pendek maka ada CIWS yang sekali tembak bisa 4.000-5.000 butir dalam satu menit. Itu pertahanan paling akhir kalau memang SAM sudah tidak mampu,” ujarnya.
Kapal Fregat Merah Putih ini juga antisubmarine warfare atau antikapal selam karena keberadaan fregat adalah melindungi konvoi dalam gugus tugas. Untuk itu, pihaknya juga melengkapi kapal ini dengan torpedo.
“Kita sediakan juga torpedo, tembakan ke darat, Bantuan Tembakan Kapal (BTK), tembakan ke udara, antiudara maupun antisubmarine lengkap di kapal ini. Memang kapal ini merupakan kapal yang paling canggih di Indonesia dan ini merupakan produk PT PAL paling hebat sampai dengan saat ini,” tegasnya.
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang mengapresiasi kontribusi PT PAL Indonesia sebagai pilar penting dalam mewujudkan kemandirian pertahanan maritim Indonesia, melalui berbagai produk unggulan seperti kapal perang, kapal cepat rudal, hingga kapal selam yang canggih dan berstandar internasional.
Spesifikasi Kapal Fregat Merah PutihKapal Fregat Merah Putih ini memiliki panjang 140 meter, dan bobot penuh hingga 6.626 ton. Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum 28 knot dan jangkauan pelayaran sejauh 9.000 nautical mile (NM). Kecepatan ini melampaui kapal fregat yang dimiliki Filipina yang hanya dapat melaju dengan kecepatan 16 knot dan Uni Emirat Arab dengan 20 knot.
Kapal Fregat Merah Putih ini dipersenjatai 64 peluncur rudal vertikal atau Vertical Launching System (VLS) yang memuat rudal permukaan ke udara atau Surface to Air Missile (SAM) dan permukaan-ke-permukaan (SSM). Kapal ini juga dilengkapi dengan 2 set torpedo anti-kapal selam (ASW).
Serta sistem Close-In Weapon System (CIWS) kaliber 35 mm yang mampu menembakkan 4.000–5.000 peluru per menit. Selain itu, kapal ini juga dipersenjatai dua meriam sangat canggih kaliber 76 mm buatan Leonardo, Italia. Kedua meriam tersebut dipasang di geladak depan kapal dan mampu menembakkan 4.000-5.000 peluru per menit.










