3 Fakta Awal Ramadhan 2024 Berpotensi Berbeda, Tetap Hormati Perbedaan

3 Fakta Awal Ramadhan 2024 Berpotensi Berbeda, Tetap Hormati Perbedaan

Nasional | okezone | Senin, 26 Februari 2024 - 04:17
share

JAKARTA - Awal Bulan Ramadhan atau Puasa 2024 berpotensi berbeda. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerbitkan hasil analisisnya untuk penentuan awal Ramadhan 1445 Hijriah atau Puasa tahun 2024.

Berikut sejumlah fakta terkait prakiraan awal Ramadhan 2024:

1. Prakiraan BMKG

Dilansir dari laman resminya, Minggu (25/2/2024), BMKG menyampaikan data hilal (hasil hisab) saat matahari terbenam, yang dapat digunakan juga dalam pelaksanaan rukyat (observasi) hilal.

Prakiraan BMKG ini berdasarkan konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima’ yang merupakan peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi.

Peristiwa ini, kata BMKG, akan kembali terjadi pada hari Ahad, 10 Maret 2024 M, pukul 09.00.18 UT atau pukul 16.00.18 WIB atau pukul 17.00.18 WITA atau pukul 18.00.18 WIT, yaitu saat nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 350,280 derajat.

“Periode sinodis Bulan terhitung sejak konjungsi sebelumnya (awal Bulan Syakban 1445 H) hingga konjungsi yang akan datang (awal Bulan Ramadan 1445 H) adalah 29 hari 10 jam 1 menit. Waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat di horizon teramati,” tulis BMKG.

BMKG menjelaskan secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal penentu awal bulan Ramadan 1445 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam tanggal 10 Maret 2024 bagi yang di tempatnya konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam. Dan tanggal 11 Maret 2024 bagi yang konjungsinya terjadi setelah Matahari terbenam.

Topik Menarik