AHY Jadi Menteri, Feri Amsari Sebut Politik Gentong Babi di Dirty Vote Kian Terbukti

AHY Jadi Menteri, Feri Amsari Sebut Politik Gentong Babi di Dirty Vote Kian Terbukti

Nasional | okezone | Rabu, 21 Februari 2024 - 19:19
share

MALANG - Pakar hukum tata negara yang juga pengisi film dokumenter Dirty Vote, Feri Amsari menilai pengangkatan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan (ATR/BPN) bagian dari praktik politik gentong babi ala Presiden Jokowi.

AHY merupakan Ketua Umum Partai Demokrat yang membelot mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024, usai gagal jadi cawapres Anies Baswedan. Koalisi Prabowo-Gibran disebut-sebut didukung penuh oleh Jokowi.

Feri menilai AHY jadi Menteri ATR menggantikan Hadi Tjahjanto yang diangkat jadi Menko Polhukam merupakan bagian dari bagi-bagi kekuasaan yang lumrah terjadi di era Jokowi untuk membuat pendukungnya makin loyal.

 BACA JUGA:

"Menurut saya pembagian kekuasaan selalu dilakukan Jokowi, kenapa Jokowi bisa bertahan karena pembagian yang rata, kepada elemen-elemen politik yang ada, termasuk pendukungnya partainya dan lain-lain," ucap Feri Amsari seusai diskusi 'Setelah Dirty Vote' di Universitas Widyagama (UWG) Malang, pada Rabu (21/2/2024).

Ahli hukum tata negara Universitas Andalas (Unand) Padang ini menganalogikan bahwa teori gentong babi politik yang dibahas di Film Dirty Vote kian terbukti dengan pelantikan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR / BPN), mengganti Hadi Tjahjanto, yang dilantik Presiden Joko Widodo, jadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam).

"Itu sebabnya dia banyak pendukung, karena semua disogok dengan gentong babi politik, dalam film sudah dijelaskan. Jangankan menteri, partai politik, PNS, kepala desa, semua disogok untuk kepentingan politik Jokowi," tutur pria yang juga pemeran film Dirty Vote.

 BACA JUGA:

Ia khawatir jika hal ini diteruskan maka tak menutup kemungkinan akan banyak pihak yang tidak puas, sehingga memunculkan pergerakan masyarakat mengusung misi reformasi jilid dua. Bahkan Feri menyatakan, reformasi jilid dua itu bisa saja terjadi, karena sudah muncul pergerakan di kalangan masyarakat.

"Situasi hari ini sudah ada pergerakan unsur reformasi jilid 2. Akan ada perkumpulan masyarakat yang kemudian menggulingkan Jokowi, kita tunggu saja terjadi atau tidak. Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Kan waktunya cuma sedikit sebelum Ramadan," tukasnya.

Sebagai informasi, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melantik dua menteri pada Rabu pagi (21/2/2024) yakni Hadi Tjahjanto, sebagai Menkopolhukam menggantikan Mahfud MD, yang mundur sebelum pelaksanaan Pemilu 2024. Sementara posisi Hadi Tjahjanto yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) diisi oleh Agus Harimurti Yudhoyono.

Agus Harimurti Yudhoyono sendiri merupakan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, yang menjadi salah satu pengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo - Gibran. Partai Demokrat sebelumnya di Kabinet Indonesia Maju jilid dua memang menjadi partai politik terakhir yang masuk ke koalisi.

Topik Menarik