Kerajaan-Kerajaan Manakah yang Berpindah Haluan Masuk Islam?

Kerajaan-Kerajaan Manakah yang Berpindah Haluan Masuk Islam?

Nasional | BuddyKu | Kamis, 5 Oktober 2023 - 15:43
share

JAKARTA - Sejak awal 7 Masehi, catatan sejarah mencatat bahwa kedatangan ajaran Islam pertama kali masuk ke nusantara didorong oleh faktor perdagangan dan lintas budaya. Dalam perkembangannya, Islam menyebar dengan cepat ke berbagai penjuru Indonesia.

Di saat bersamaan, berbagai kerajaan yang sebelumnya memeluk Hindu-Buddha atau kepercayaan lain mengakhiri masa kejayaannya dan memilih untuk memeluk Islam. Keputusan tersebut tak hanya mengubah keyakinan spiritual mereka, namun juga menjadi pembentuk ulang kebudayaan serta sistem pemerintahan di wilayah itu.

Namun, kerajaan-kerajaan manakah yang sudah mengikuti jejak untuk masuk Islam? Dalam artikel ini, kita akan mengungkap jejak dan alasan menarik tentang berbagai kerajaan terkemuka yang menjadi Kerajaan Islam dalam sejarah Nusantara.

Berikut daftar kerajaan yang masyarakatnya beralih masuk Islam

1. Kerajaan Samudera Pasai

Sebelum memeluk Islam, Kerajaan Samudera Pasai tidak memiliki agama resmi hingga suatu ketika Meurah Silu, pendiri kerajaan, memilih untuk masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Malikul Saleh dan memerintah pada tahun 1267 Masehi dengan gelar Sultan Malik Al-Shaleh.

Terletak di pesisir timur Laut Aceh, berdirinya Kerajaan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam diyakini karena adanya proses Islamisasi di daerah pantai yang pernah menjadi tempat persinggahan para pedagang muslim yang berasal dari Arab, Persia, dan India.

2. Kerajaan Perlak

Kerajaan Perlak merupakan kerajaan Islam pertama dan tertua di Indonesia pada tahun 840-1292 Masehi yang terletak di Bukit Meulogou, Aceh. Sebelum memeluk Islam, Raja Perlah beserta rakyatnya beragama Hindu dan Budha.

Proses Islamisasi Kerajaan Perlak dimulai ketika kapal dagang bernama Nahkoda Khalidah yang berpenumpang 100 anggota dakwah dari Arab, Persia, dan Hindia berlabuh pada tahun 173 H. Dengan tujuan menyebarkan agama Islam, pada akhirnya raja Perlak dan rakyatnya memeluk Islam dengan sukarela.

Setelahnya, terjadi perkawinan antara putri Istana Kemeurahan Perlah dengan salah seroang anggota Nahkoda Khalifah dan memiliki anak yaitu Saiyid Abdul Aziz, yang kemudian menjadi raja pertama Kerajaan Perlak sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia.

3. Kerajaan Gowa-Tallo

Pada awalnya, penguasa dan masyarakat Kerajaan Gowa-Tallo menganut kepercayaan animisme atau kepercayaan terhadap leluhur. Kerajaan maritim yang menjadikan pelayaran dan perdagangan sebagai dua kegiatan utama ini berkembang menjadi pusat perdagangan di kawasan timur nusantara.

Seiring dengan keluar-masuknya saudagar muslim yang disertai dengan penyebaran dakwah ajaran Islam ke wilayah kerajaan yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kerajaan Gowa-Tallo pun memeluk Islam dan merubah sistem kerajaan menjadi kesultanan di akhir abad ke-16.

Penguasa kerajaan Gowa-Tallo yang memeluk Islam pertama kali adalah I Mangarangi Daeng Manrabbia pada tahun 1593-1639 M dengan gelar Sultan Alauddin I. Sejak menjadi Kesultanan bercorak Islam, rakyat Gowa-Tallo sangat terikat dengan norma adat sesuai ajaran Islam

4.Kerajaan Demak

Sebagai bagian dari daerah kekuasaan Majapahit yang memeluk Hindu, Kerajaan Demak yang terletak di Jawa Tengah berdiri sebagai kerajaan Islam dan menjadi Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa setelah Raden Patah, raja terakhir Majapahit, memeluk Islam sekitar abad ke-15.

Hal tersebut didasari karena adanya pengaruh penyebaran ajaran Islam oleh wali songo melalui berbagai cara seperti keseniaan dan kebudayaan. Kemudian, Raden Patah mulai mendalami Islam dari Sunan Ampel, salah satu dari sembilan wali, dan menikahkannya dengan Nyai Ageng Malaka, putri Sunan Ampel

Itulah beberapa dari banyaknya kerajaan-kerajaan yang sudah masuk Islam menurut catatan berbagai sejarah. Perubahan agama dalam sejarah kerajaan tersebut menjadi bukti kompleksitas perubahan dalam hubungan budaya, politik, dan agama yang pernah terjadi di Indonesia.

Topik Menarik