Supaya Perpindahan ASN Ke IKN Berjalan Mulus Jokowi Siapkan 3 Bonus

Supaya Perpindahan ASN Ke IKN Berjalan Mulus Jokowi Siapkan 3 Bonus

Nasional | BuddyKu | Rabu, 4 Oktober 2023 - 07:23
share

Pemerintah menyiapkan bonus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mau pindah ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Bonus itu diberikan agar proses perpindahan ASN ke Ibu Kota baru berjalan mulus.

Presiden Jokowi membeberkan bonus pertama yang dijanjikan, yakni rumah dinas tapak dan apartemen untuk para ASN yang wajib mutasi tugas.

Kedua, memberikan biaya pindahan ke IKN untuk pasangan suami istri beserta anak mereka. Ketiga, tunjangan kemahalan.

Tunjangan kemahalan merupakan insentif yang diberikan kepada ASN sesuai tingkat kemahalan yang berlaku di daerahnya masing-masing.

Ini masa depan baru dan sudah disiapkan insentif. Kalau nggak ada ini, alot pasti, kata Jokowi pada Pembukaan Rakornas Korpri, di Jakarta, kemarin.

Eks Wali Kota Solo ini mengatakan, misi untuk mengangkut ASN dari sejumlah daerah, khususnya dari Pulau Jawa ke IKN merupakan langkah mendesak untuk mewujudkan pemerataan ekonomi nasional.

Dia mengungkapkan, laju pertumbuhan ekonomi dan perputaran uang di Indonesia saat ini terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pulau Jawa sudah dihuni oleh 56 persen penduduk Indonesia yang jumlahnya mencapai 280 juta jiwa. Artinya, 150 juta penduduk Indonesia berada di Jawa.

Daya dukung Pulau Jawa juga sudah tidak kuat. 150-an juta jiwa hidup di Jawa, Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi 58 persen itu ada di Jawa.

Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menilai, perlu adanya pemerataan, sehingga menjadi Indonesia sentris bukan Jawa sentris.

Perlu pemerataan, apalagi Jakarta. Jadi, perlu digeser agar Indonesia Sentris, pindah ke Kalimantan Timur, ke IKN. Untuk memulainya di sana, perlu yang namanya ASN pindah, ujarnya.

Dia mengakui, ada pihak yang tak sepakat untuk pindah ke IKN. Jokowi mengaku mendengar sendiri alasan yang pro dan kontra tersebut.

Memang butuh jiwa pionir. Dulu ditempatkan luar Jawa kan biasa saja, sekarang kok jadi agak rumit, kelihatannya agak rumit gitu. Tapi kalau nanti sudah ditunjuk Bapak Ibu pindah, moga-moga semua selesai, ucapnya.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) telah menyiapkan penempatan 16 ribu ASN di IKN.

Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas mengatakan, telah menerima arahan khusus dari Presiden Jokowi untuk melakukan sejumlah persiapan pemindahan IKN, mulai dari jumlah ASN yang pindah, daftar nama, hingga penilaian.

Adapun kriteria atau syaratnya diketahui yakni jenjang pendidikan minimal D3, memperhatikan batasan usia pensiun, data kinerja ASN serta data kompetensi dan potensi ASN.

Menurut data Kementerian PAN-RB, ASN yang akan dipindahkan pada 2024-2045 terdapat 100.023 orang berdasarkan perhitungan Bappenas.

Terdiri dari pejabat negara 956 orang, jabatan pimpinan tinggi 3.264 orang, dan jabatan fungsional terdapat 95.803 orang.

Berdasarkan jenis kelamin, mayoritas PNS yang akan dipindahkan ke IKN berjenis kelamin laki-laki atau 54 persen, dan berdasarkan tingkat pendidikan, mayoritas PNS berpendidikan S1 (51,3 persen), disusul S2 (26,7 persen), dan lain-lain (14,8 persen).

Kemudian, mayoritas PNS berada dalam kelompok usia 30-39 tahun (34,5 persen), disusul 40-49 tahun (28,8 persen), dan 50-60 tahun (19,8 persen).

ASN tak perlu khawatir. Anas mengungkapkan pembangunan perumahan ASN dan perumahan non ASN akan difasilitasi oleh Pemerintah dengan membuka kesempatan keterlibatan swasta. Hal ini dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Ibu Kota Negara

Pengamat kebijakan publik Universitas Gadjah Mada Bayu Dardias Kurniadi menilai, pemindahan ASN ke IKN akan dilakukan secara bertahap, mungkin tidak sebanyak yang direncanakan sebelumnya.

Kalau orang Jawa bilang tim babat alas, tim pendahulu yang mungkin bayangan saya 5-10 ribu maksimal itu yang mungkin bisa pindah ke IKN karena fasilitasnya belum ada, kata Bayu.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 4/10/2023 dengan judul Supaya Perpindahan ASN Ke IKN Berjalan Mulus, Jokowi Siapkan 3 Bonus

Topik Menarik