5 Fakta Kerajaan Majapahit yang Mungkin Belum Anda Tahu, Pernah 3 Kali Ganti Ibu Kota

5 Fakta Kerajaan Majapahit yang Mungkin Belum Anda Tahu, Pernah 3 Kali Ganti Ibu Kota

Nasional | BuddyKu | Senin, 25 September 2023 - 14:38
share

KERAJAAN Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar dan tertua yang pernah berdiri di Indonesia. Berbagai peninggalan sejarah dan tulisan yang hingga kini masih terus diulik oleh para arkeolog untuk dijadikan pembelajaran hingga masa kini menjadi sebuah hal menarik yang bisa dipelajari.

Berdiri di Provinsi Jawa Timur dan telah berdiri dari tahun 1293 hingga 1527 M, Kerajaan Majapahit menyimpan sejumlah fakta menarik yang perlu diketahui. Berikut merupakan sejumlah fakta menarik Kerajaan Majapahit yang berhasil dirangkum oleh tim Okezone:

1. Didirikan oleh menantu raja terakhir Kerajaan Singasari

Dikutip dari buku Majapahit: Batas kota dan jejak kejayaan di luar kota. Dituliskan bahwa dahulu sebelum menjadi sebuah kerajaan besar dan masyhur Majapahit merupakan sebuah desa yang terletak di lembah Sungai Brantas, tepatnya di daerah Tarik yang juga menjadi salah satu daerah kekuasaan Kerajaan Singasari.

Awalnya desa ini merupakan hutan yang banyak ditumbuhi oleh tanaman Maja. Lambat laun hutan ini dibuka untuk lahan penduduk dan pertanian.

Sesaat setelah runtuhnya beberapa kerajaan seperti Kerajaan Singasari dan Kediri. Menantu dari Kerajaan Singasari yaitu Raden Wijaya mendirikan Majapahit sebagai pusat pemerintahan, dengan begitu Kerajaan Majapahit resmi dibentuk pada tahun 1293 M. Dan meliputi wilayah kekuasaan bekas Kerajaan Singasari, Kediri, Jenggala, dan Pulau Madura.

2. Kaya akan warisan peninggalan hindu-budha

Diantara tiga kerajaan besar yang berdiri di Jawa, Kerajaan Majapahit meninggalkan sejumlah warisan hindu dan budha terbanyak. Mulai dari relief-relief dan candi-candi yang menggambarkan potret kehidupan masyarakat di masa lalu menjadikan peninggalan tersebut penuh dengan makna dan misteri.

Beberapa peninggalan ternama dari Kerajaan Majapahit seperti, situs trowulan yang merupakan mantan ibu kota Majapahit banyak meninggalkan prasasti seperti Wurare, Kudadu, Sukamerta dan masih banyak lagi.

Kemudian candi-candi, seperti Candi Tikus, Candi Penataran, Candi Cetho, Candi Sukuh. Dimana melalui candi dan prasasti yang ditinggal banyak menceritakan kisah kehidupan masyarakat dimasa itu, mulai dari kegiatan bertani, berburu, hingga alat transportasi.

3. Berganti ibukota sebanyak tiga kali

Berdiri dari abad ke 13 hingga ke abad 16 faktanya Kerajaan Majapahit telah berpindah ibu kota sebanyak tiga kali.

Di Awal pemerintahan Majapahit menduduki Kota Mojokerto sebagai pusat pemerintahan, dimana di kota ini kerajaan dipimpin oleh Raja Raden Wijaya. Lokasinya mojokerto berada di tepi Sungai Brantas.

Kemudian berpindah kekuasaan kepada Raja Sri Jayanegara sebagai raja kedua. Pusat pemerintahan juga berpindah ke Kota Trowulan yang berjarak kurang lebih 12 KM dari kota Mojokerto. Di Trowulan Kerajaan Majapahit cukup lama menempatkannya sebagai pusat pemerintahan.

Kemudian kota terakhir yang menjadi Ibu Kota Majapahit yaitu Kota Daha atau Kediri. Di kota ini juga Kerajaan Majapahit mendapatkan ancaman dari Kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama dipulau Jawa.

4. Terkenal dengan sosok Hayam Wuruk dan Gajah Mada

Selama 39 tahun menjabat sebagai raja Hayam Wuruk membawa masa keemasan bagi Kerajaan Majapahit. Bersama dengan mahapatih yang selalu mendampinginya yaitu Mahapatih Gajah Mada, kedua tokoh ini berhasil menaklukan wilayah Nusantara untuk menjadi satu.

Sumpah palapa merupakan sumpah yang dikeluarkan oleh Mahapatih Gajahmada berhasil mempersatukan wilaya Nusantara dan tercetusnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika menunjukan bukti Kejayaan Majapahit di masa itu.

Seluruh Nusantara seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Lombok, Sulawesi, Maluku, hingga Irian, berhasil disatukan oleh Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Hal tersebut menciptakan stabilitas Kerajaan Majapahit dalam segi ekonomi dan perdagangan.

5. Memiliki pengaruh di nusantara hingga mancanegara

Pada masa keemasan Majapahit menjadi sebuah kerajaan yang dikenal dengan berbagai keunggulan. Hal ini menjadikan Kerajaan Majapahit dikenal berwibawa karena beberapa faktor.

Tidak sekedar karena kuatnya prajurit perang, kuatnya dukungan rakyat, kewibawaan dan strategi politik Sang Raja saja, tetapi karena kekuatan sosial masyarakat, kekuatan ekonomi, dan kebudayaannya yang turut berperan dalam membesarkan kerajaan yang berjaya selama ratusan tahun.

Melalui hal tersebut Majapahit tidak hanya memperluas pengaruhnya dalam mempersatukan nusantara, namun juga ke kerajaan tetangga di mancanegara.

Masa emas Majapahit dirasakan saat kepemimpinan Hayam Wuruk, Majapahit mulai membuka hubungan dengan Kerajaan Campa di Thailand, Kerajaan Kamboja, Kerajaan Burma Selatan atau saat ini Myanmar, dengan Vietnam dan Cina. Dengan menjalin kerjasama dengan berbagai kerajaan di mancanegara Majapahit mampu menciptakan kondisi yang stabil.

Pada akhir keruntuhan Kerajaan Majapahit diakibatkan terjadinya konflik internal seperti perebutan tahta, dan perkembangan Islam di Jawa yang menjadikan kerajaan ini berhasil ditaklukan di tahun 1527 oleh pasukan Sultan Trenggana dari Kesultanan Demak.

Topik Menarik