Siapa Musuh Terbesar Wali Songo? Ini Sosoknya
JAKARTA- Siapa musuh terbesar Wali Songo ? Mungkin banyak yang belum tahu dan masih penasaran.
Wali Songo adalah tokoh Islam yang dihormati di Indonesia, khususnya di pulau Jawa karena peran historis mereka dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Setiap wali dipanggil dengan sebutan sunan yang berasal kata susuhunan yaitu sebutan bagi orang yang dihormati.
Dalam penyebaran agama Islam, tentunya para Wali Songo ini tidaklah mudah. Pasti ada kendala yang mereka hadapi hingga mendapatkan \'musuh\' terbesar seperti Syekh Siti Jenar.
Sebenarnya baik Syekh Siti Jenar maupun Wali Songo sama-sama memiliki peran dalam penyebaran ajaran Islam di Jawa. Sayang, mereka menggunakan pemahaman yang tidak \'sejalan\'.
Dikutip berbagai sumber, Jumat (15/9/2023), sejarah mencatat Syekh Siti Jenar sebagai \'musuh\' utama para wali dan kesultanan Demak kala itu karena ajarannya dianggap menyimpang dari ajaran para wali (wali songo).
Baru Ditunjuk Jabat Plt Kapolres Tuban, Kombes Agung Setyo Gercep Siapkan Pengamanan Nataru
Syekh Siti Jenar dianggap menyebarkan ajaran sesat karena menganggap dirinya adalah jelmaan Tuhan sesuai ajarannya Manunggaling Kawula Gusti. Ajaran tersebut merupakan pemahaman tingkat \'tinggi\' terhadap Ilmu ke-Tuhanan, yang bisa menyesatkan bagi pemeluk agama Islam lainnya.
Perbedaan pemahaman itulah yang membuat Wali Songo dan Syekh Siti Jenar akrinya tidak sejalan. Karena itu pula, dalam sejumlah kisah diceritakan, Wali Songo yang marah lantas menghukum Siti Jenar, di mana Jafar Shadiq atau Sunan Kudus ditunjuk sebagai eksekutornya.
Berikut berbagai versi kematian Syekh Siti Jenar yang berkembang di masyarakat Jawa.
1. Dihukum mati Wali Songo
Berdasarkan Serat Siti Jenar (1917), Babad Purwaredja dan Serat Niti Mani, penyebab dijatuhkannya hukuman mati karena ajaran Siti Jenar dianggap menyesatkan. Untuk menghabisi Siti Jenar, Carita Purwaka Caruban Nagari menyebut, Sunan Kudus menggunakan keris pusaka Kanthanaga.
Pusaka itu milik Susuhunan Jati Purba atau Syekh Datuk Kahfi atau Sunan Gunung Jati yang dipinjam Sunan Kudus. Pembunuhan yang berlangsung tahun 1505 Masehi dilakukan di dalam masjid Sang Cipta Rasa. Jasad Siti Jenar dimakamkan di mandala Anggaraksa, wilayah Cirebon.
2. Dihukum mati bukan karena ajaran sesat
Bagi Wali Songo, kesalahan Siti Jenar adalah mengajarkan manunggaling kawula gusti kepada masyarakat umum secara terbuka. Karenanya dia harus dijatuhi hukuman mati.
3. Bukan Fisik, tapi Ajaran Siti Jenar yang Dibunuh
Hukuman mati yang dijatuhkan oleh Wali Songo kepada Siti Jenar bukan dilakukan secara fisik. Menurut para pengikut tarekat Akmaliyah, yakni tarekat yang diajarkan Siti Jenar yang dibunuh Wali Songo adalah ajarannya.
Siti Jenar dilarang menyebarkan ajaran manunggaling kawula gusti kepada masyarakat umum secara terbuka.
4. Dieksekusi di Masjid Demak
Karena dianggap telah mengajarkan kesesatan, Syekh Siti Jenar kemudian diadili oleh Wali Songo di masjid Demak dan divonis mati. Di dalam masjid Demak, Sunan Kudus mengeksekusi Siti Jenar.
Dalam Historiografi Jawa Tengah dikisahkan jenazah Siti Jenar kemudian diganti dengan bangkai seekor anjing. Versi lain menyebut, Siti Jenar dihukum mati di masjid Cipta Rasa Keraton Kasepuhan Cirebon.
Jenazah Syeikh Siti Jenar dimakamkan di area pemakaman Anggaraksa. Kuburan Siti Jenar kemudian dikisahkan dibongkar dan jenazahnya diganti dengan bangkai anjing. Namun tiba-tiba jenazah Siti Jenar menjelma menjadi sekuntum melati. Dari perubahan bunga melati yang harum itu, area pemakaman itu mendapat nama Pamlaten.
(RIN)










