Doa Buka Puasa yang Shahih Arab, Latin dan Artinya

Doa Buka Puasa yang Shahih Arab, Latin dan Artinya

Nasional | BuddyKu | Jum'at, 1 September 2023 - 00:22
share

JAKARTA, iNews.id - Doa buka puasa yang shahih Arab, latin, dan artinya merupakan amalan sunnah yang bernilai pahala. Berdoa merupakan salah satu etika yang dianjurkan untuk dilakukan pada saat berbuka puasa.

Terdapat berbagai versi doa buka puasa yang dijelaskan dari berbagai keterangan hadits.

Doa Buka Puasa yang Shahih Arab, Latin dan Artinya

Mengutip dari laman NU Online, berikut adalah doa buka puasa yang shahih teks Arab, latin, dan artinya.

1. Riwayat sahabat Muadz bin Zuhrah

Allahumma laka shumtu wa \'ala rizqika afthartu

Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka.

2. Riwayat Sahabat Abdullah bin Umar

Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-\'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah

Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah.

3. Kitab Fathul Mu\'in

Di dalam Kitab Fathul Mu\'in juz 2 halaman 279 dijelaskan, ketentuan doa berbuka puasa yang baik adalah membaca doa sesuai dengan lafal doa dalam hadits riwayat Muadz bin Zuhrah.

Sementara lafal doa dalam hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Umar ditambahkan ketika seseorang berbuka dengan menggunakan air. Berikut penjelasannya:

: - -: .

Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka \'Allahumma laka shumtu wa ala rizqika aftharthu\' dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: \'Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-\'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah\'.

4. Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyah Iqna

Dalam kitab tersebut, dijelaskan juga doa berbuka puasa sebagaimana dilansir NU Online berikut.

. .

Allahumma laka shumtu wa \'ala rizqika afthartu, wa bika amantu, wa bika \'alaika tawakkalatu, dzahabadzh dzhama-u wabtalatil-\'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah. Ya wasi\'al-fadhli ighfirli alhamdulillahilladzi hadani fashumtu, wa razaqani fa-afthartu


Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah dan Insyaallah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.

Waktu Membaca Doa Buka Puasa

Menukil dari laman NU Online, banyak orang salah paham tentang tata cara membaca doa ini. Umumnya, mereka membaca doa buka puasa sebelum makan atau minum ketika adzan maghrib berkumandang.

Padahal, cara yang paling benar adalah membaca doa setelah selesai berbuka puasa. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Hasyiyah Ianah at-Thalibin.

(: )

Maksud dari (membaca doa buka puasa) setelah berbuka adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka, (Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha, Hasyiyah Ianah at-Thalibin, juz 2, hal. 279).

Salah satu pijakan dalil penempatan membaca doa berbuka dilakukan setelah selesai berbuka puasa adalah dengan memandang makna yang terkandung dalam doa berbuka tersebut, khususnya pada doa berbuka yang tercantum dalam hadits riwayat Abdullah bin Umar di atas yang hanya pantas (al-munasib) diucapkan kala selesai berbuka puasa.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa meskipun dengan membaca doa di atas sebelum berbuka puasa, telah mendapatkan kesunnahan (husul ashli as-sunnah), tapi tetap yang paling utama adalah membacanya tatkala selesai berbuka. Dalam kitab Busyra al-Karim dijelaskan:

:

Disunnahkan bagi orang ketika hendak berbukatapi yang lebih utama setelah berbukamembaca doa Allhumma laka shumtu wa al rizqika aftharthu, (Syekh Said bin Muhammad Baali, Busyra al-Karim, hal. 598).

Pada akhirnya, membaca doa berbuka puasa sebaiknya dilakukan setelah selesai berbuka. Hal ini bertujuan agar kita mendapatkan kesunnahan secara sempurna dalam membaca doa.

Wallahu alam.

Topik Menarik