4 Fakta Oknum Paspampres Bunuh Pemuda Aceh, Jasad Dibuang di Waduk Jatiluhur
JAKARTA Komandan Polisi Militer Kodam Jaya (Danpomdam Jaya) Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar mengungkapkan sejumlah fakta terkait pembunuhan pemuda Aceh Imam Masykur yang dilakukan oleh 3 oknum TNI.
Berikut sejumlah fakta di mana satu dari tiga TNI itu merupakan anggota Paspampres:
1. Jasad Korban Dibuan di Waduk Jatiluhur
Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar mengatakan para pelaku membuang jasad Imam Masykur (25) di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Pihaknya masih menelusuri alasan para pelaku membuang jasad Imam ke Waduk Jatiluhur hingga hanyut ke Karawang.
"Kemudian hanyut, tanggal 15 Agustus ketemu di sungai di daerah Karawang. Nah pria tidak dikenal ini diamankan kepolisian dibawa ke RSUD," ujarnya, Selasa 29 Agustus 2023.
2. Pelaku dan Korban Tidak Saling Kenal
Tiga orang tersangka anggota TNI yang melakukan penculikan dan penganiayaan warga Aceh Imam Masykur ternyata tak saling kenal dengan korban.
Dia pun menceritakan bagaimana awalnya ketiga pelaku yang merupakan anggota TNI AD itu menculik pemuda 25 tahun yang berujung pada pembunuhan tersebut.
"Enggak saling kenal (korban dan pelaku). Enggak kenal," kata Kolonel CPM Irsyad, dikutip.
3. Pura-Pura Jadi Polisi
Irsyad menjelaskan, ketiga oknum TNI sudah mengetahui apabila Imam menjual obat-obatan. RM, J, dan HS akhirnya mengaku menjadi polisi bodong sehingga bisa menculik dan memeras Imam.
Salah satu dari tiga tersangka tersebut adalah Praka Riswandi Manik yang merupakan anggota Ta Walis 3/3/11 Ki C Walis Yonwalprotneg Paspampres.
"Ya dia sudah mengetahui kalau kelompok ini penjual obat-obatan itu, dan kalau dia diculik, diperas, dia cenderung tidak lapor dengan kepolisian,. Jadi pura-pura jadi polisi bodong, tangkap, terus meminta sejumlah uang buat ditebus," ujar Irsyad.
4. Penculikan Kelewatan
Namun Irsyad mengatakan penculikan itu kelewatan sehingga menyebabkan korban tewas.
"Namun pelaksanaannya mungkin kelewatan sehingga menyebabkan meninggal," papar dia.










