Lewat Kurikulum Merdeka Pupuk Kaltim Perluas Manfaat Konservasi Mangrove
Konservasi mangrove di kawasan pesisir Bontang, menjadi salah satu fokus PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terhadap perbaikan lingkungan dan ekosistem. Serta, sebagai upaya mendorong keberlanjutan dengan mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat.
Vice President (VP) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim Sugeng Suedi mengatakan, program yang telah dikembangkan sejak 2009 ini terus meningkatkan realisasi penanaman bibit mangrove di dua lokasi.
Yakni, kawasan Kedindingan dan HGB 65 di area Telok Bangko, Kelurahan Loktuan Bontang Utara.
Tercatat hingga 2022, kami telah menanam lebih dari 380.000 bibit mangrove di dua lokasi tersebut, dengan realisasi mencapai 20.000 bibit per tahun, ujarnya, melalui siaran pers, Senin (28/8).
Seiring waktu, kata Sugeng, program ini tidak hanya sebatas proses konservasi, namun juga memaksimalkan kebermanfaatan bagi masyarakat dan lingkungan pada berbagai inisiasi secara berkesinambungan.
Terbaru, Pupuk Kaltim memperluas manfaat program konservasi mangrove untuk mendorong penguatan pendidikan di Kota Bontang.
Kami membekali guru dan tenaga pendidik SDN 004 Bontang Utara, melalui pelatihan pengenalan mangrove guna mendukung implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka, katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini menggandeng Balai Taman Nasional Kutai (TNK) dan melibatkan kader Perpustakaan Mercusuar Loktuan, serta Kelompok Binaan Telok Bangko untuk peningkatan pengetahuan anggota terkait pengembangan program konservasi mangrove.
Menurut Sugeng, pelatihan ini bentuk dukungan Pupuk Kaltim terhadap metode pembelajaran aktif bagi anak didik di Kota Bontang, khususnya terkait implementasi P5 Kurikulum Merdeka.
P5 merupakan pembelajaran untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar peserta didik, menggunakan pendekatan berbeda dengan proses belajar mengajar di kelas pada umumnya.
Kami sengaja menggandeng SDN 004 Bontang Utara, sebagai sekolah pilot project praktik P5 Kurikulum Merdeka, dengan mengangkat tema Gaya Hidup Berkelanjutan yang difokuskan pada sistem pembelajaran terkait mangrove, kata Sugeng.
Soroti Restitusi Pajak CMNP, Hotman Paris: Kalau NCD Palsu, Kenapa Terima Pengembalian Pajak?
Ia berharap, pelatihan ini dapat membantu guru dan tenaga pendidik SDN 004 Bontang Utara dalam penyusunan kurikulum terkait mangrove. Sehingga, bisa diimplementasikan bagi peserta didik mulai tahun ajaran 2023/2024.
Begitu pula, manfaatnya bagi kader Perpustakaan Mercusuar dan Kelompok Telok Bangko dapat meningkatkan kapasitas pengetahuan agar optimalisasi program konservasi mangrove yang berfokus pada konservasi, ekowisata dan pengembangan produk turunan berbahan dasar mangrove, bisa turut berjalan dengan lebih optimal.
Dengan pelatihan ini, diharap P5 Kurikulum Merdeka di SDN 004 Bontang Utara dapat berjalan maksimal guna mencetak generasi berkarakter, dengan memberikan kesempatan belajar dari lingkungan sekitar, ungkapnya.
Selain itu, kelompok binaan dapat semakin memaksimalkan program konservasi yang dijalankan.
Sugengmemastikan, Pupuk Kaltim akan terus memaksimalkan program konservasi mangrove, dengan tetap mengedepankan keselarasan aspek sosial dan lingkungan, sesuai amanat UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang TJSL.
Hal ini, juga upaya perusahaan dalam mendorong implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di setiap proses bisnis secara konsisten dan berkesinambungan.
Kami terus mendorong perluasan manfaat konservasi mangrove, dengan berbagai inovasi. Sekaligus, meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap upaya perbaikan lingkungan khususnya di kawasan pesisir Bontang, katanya.
Di kesempatan yang sama, pelatih dari Balai TNK Sugianur, menyampaikan sejumlah materi pelatihan terkait pengenalan ekosistem mangrove, sistematika dunia tumbuhan, morfologi dan organografi mangrove, hingga praktik pengenalan jenis mangrove.
Menurutnya, hal ini ditujukan agar para peserta memahami dengan baik seluk beluk mangrove mulai awal. Sehingga, dapat menjadi rujukan untuk pengembangan program konservasi maupun penyusunan kurikulum merdeka oleh tenaga pendidik SDN 004 Loktuan.
Dengan memahami secara spesifik terkait mangrove, diharap program dan kurikulum yang digagas bisa berjalan dengan maksimal, ujar Sugianur.










