5 Fakta Kasus Bayi Tertukar Selesai dengan Tes DNA, Pertama di Indonesia
BOGOR - Kasus bayi tertukar di Bogor akhirnya berhasil diselesaikan dengan menggunakan tes DNA.
Berikut sejumlah fakta menarik terkait peristiwa tersebut.
1. Hasil Tes DNA
Hasil tes DNA antara kedua keluarga bayi resmi dinyatakan tertukar.
Momen mengharukan terjadi usai pengumuman hasil tes DNA antara keluarga Siti Mauliah dengan pasien D di Polres Bogor. Kedua ibu dari bayi yang tertukar saling berpelukan.
Pantauan MNC Portal, Siti Mauliah yang mengenakan baju putih dan pasien D dengan baju pink tampak berpelukan erat di hadapan awak media. Keduanya pun tak kuasa menahan air mata usai hasil tes DNA dua keluarga itu diumumkan oleh kepolisian.
2. Polisi Jadikan 2 Bayi Anak Angkat
Polres Bogor mengangkat dua anak yakni dari Siti Mauliah dan pasien D sebagai anak angkat. Hal itu setelah pengumuman hasil tes DNA antara kedua keluarga tersebut dinyatakan tertukar.
"Dua anak tersebut atas izin Bapak Kapolda, kami angkat menjadi anak angkat Polres Bogor. Segala tanggung jawab terhadap anak tersebut, adalah merupakan tanggung jawab ketiga orang tuanya yaitu ayah biologis dan yaitu Polres Bogor yang menjadi orang tua anak tersebut," kata Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, Jumat 25 Agustus 2023.
3. Pertama Kali di Indonesia
Kasus ini adalah kejadian pertama di Republik Indonesia, sehingga kepolisian mencoba menyelesaikan di luar penyelidikan yang dilaporkan oleh Ibu S terhadap Ibu D.
"Oleh sebab itu tadi kesepakatan di atas, telah dibuatkan komitmen bersama penyelesaian bersama dalam hal Ibu S dengan Ibu D, kami selesaikan secara restorative justice," tuturnya.
4. Kedua Orangtua Terima Hasil Tes DNA
Dalam kasus ini kedua keluarga yakni Siti Mauliah dan pasien D sudah menerima kenyataan bayi laki-lakinya memang tertukar hasil tes DNA.
"Dengan kebesaran hati kedua belah pihak, maka proses setelah dibacakan oleh Puslabfor Bareskrim, kami mengucap syukur Alhamdulilah atas rahmat Allah SWT masing-masing pihak bisa menerima dengan kebahagiaan yang luar biasa," ungkapnya.
Geger! Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Rel Kereta Lamongan, Penyebab Kematian Masih Diselidiki
Dalam menyelesaikan proses ini, pihaknya berusaha mencari formulasi dengan arif dan bijaksana. Karena, kasus ini pada intinya terkait kemanusiaan.
5. Pihak Keluarga Bakal Laporkan Rumah Sakit
Kuasa hukum Siti Mauliah dan pasien D berencana membuat laporan terhadap RS Sentosa Bogor ke polisi. Hal itu berkaitan kasus bayi tertukar.
"Jadi yang harus diperjelas bahwa kesepakatan tadi antara kami sebagai korban ibu D dan ibu S, bukan antara kami dengan RS. Jadi langkah hukum hukum ke depannya pasti akan ambil kami dari kuasa para korban akan melakukan upaya hukum untuk RS Sentosa," kata Kuasa Hukum Siti Mauliah, Rusdy Ridho di Polres Bogor.









