Menengok Pasar Loak Kebayoran Lama, Berburu Barang Branded di Tengah Digitalisasi
JAKARTA Suasana kota lama sangat terasa di pasar loak Kebayoran Lama.
Buku - buku, lukisan, sepatu, baju hingga perabotan antik memadati kawasan tersebut.
Pantau Harga di Pasar Kliwon Jelang Lebaran, Ganjar: Relatif Stabil Harga yang ditawarkan pun beragam, penjual biasanya mendapatkan harga murah dan kembali menjual berdasarkan kualitas dari barang tersebut.
Berdasarkan hasil pantauan MNC Portal Indonesia, banyak pembeli yang melakukan ngabuburit di pasar loak tersebut sangat beragam, namun mayoritas pembeli merupakan masyarakat berumur.
Barang yang dibeli pun beragam, salah satunya perabotan rumah tangga, yakni blender bekas. Hal tersebut terjadi karena mereka bisa membeli dengan harga yang murah namun dengan kualitas yang tidak jauh berbeda.
23.500 Pemudik Tinggalkan Jabodetabek Lewat Stasiun Pasar Senen Bahkan, terdapat salah satu pembeli yang memang sudah sering belanja ke pasar tersebut, namanya Kiky.
Saking seringnya dia berkunjung, banyak penjual yang sudah mengenalinya dan memanggil dengan sebutan profesor.
Iya, saya sudah sering thrifting di sini. Saya senang harganya murah dan bisa dapat barang branded, ujarnya kepada MNC Portal Indonesia di Pasar Loak Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (15/4/2023).
Menurutnya, berbelanja barang - barang bekas di pasar loak kebayoran lama memberikan pengalaman yang menarik.
Dia mengatakan lebih senang menelusuri pasar tersebut dibandingkan berbelanja secara digital karena bisa secara langsung melihat kondisi barangnya.
Adapun harga yang ditawarkan beragam. Salah satu penjual sepatu, baju dan aksesoris bekas, Dedi di pasar tersebut mengatakan, barang bekas yang termurah berupa gelang yang dijual dengan harga Rp5.000 hingga kamera bekas yang dijual dengan harga Rp400.000.
Namun, dia biasa melakukan restorasi untuk meningkatkan nilai jual dari barang bekas tersebut, salah satunya sepatu.
Iya, jadi saya sol sepatu ini yang sudah rusak, imbuhnya.
Kendati demikian, pembeli masih kesulitan melakukan transaksi secara digital.
Pasalnya, rata - rata penjual di pasar tersebut masih menerapkan transaksi secara tradisional. Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat satu penjual handphone bekas yang berperan untuk menangani transaksi secara digital.
Jadi pembeli yang mau transfer bisa ke rekening saya. Saya juga ada m-banking jadi bisa langsung cek apakah transaksi berhasil. Nanti saya tinggal kasih uang tunai ke penjualnya, terangnya.
Adapun Dedi mendapatkan barang dari penjual atau tukang barang bekas keliling.
Dengan demikian, dia bisa menjual barang dengan modal yang sedikit dan mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut.









