Punya Jakarta dan Nusantara, Jokowi Yakin Indonesia Bakal Semaju Amerika

Punya Jakarta dan Nusantara, Jokowi Yakin Indonesia Bakal Semaju Amerika

Nasional | BuddyKu | Rabu, 22 Februari 2023 - 14:37
share

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini Indonesia bisa menjadi negara besar seperti Amerika Serikat maupun Australia. Pasalnya, Indonesia memiliki dua kota besar yakni DKI Jakarta dan Ibu Kota Nusantara.

"Indonesia ini negara besar, negara besar. Jadi kalo Amerika memiliki New York dan Washington DC, Australia memiliki Melbourne dan Sydney, kenapa Indonesia tidak memiliki Jakarta dan memiliki Nusantara. Tetapi alasan pokoknya adalah pemerataan," kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (22/2/2023).

Jokowi menjelaskan, Pulau Jawa mencatatkan 58% PDB ekonomi tertinggi di antara pulau lainnya. Padahal Indonesia memiliki 17 ribu pulau. "Terus yang 16.999 pulau itu diberi bagian berapa persen? semuanya ada di Jawa. 58 persen. Dan 56 persen penduduk indonesia itu ada di jawa, betapa sangat padatnya pulau Jawa," kata Jokowi.

Maka dari itu, kata Jokowi, perlunya pemerataan pembangunan dengan membangun IKN sehingga nantinya terbentuk indonesiasentris.

"Dan yang perlu saya ingatkan bahwa kita pindah ke IKN Nusantara ini juga bukan gagasan saya, ndak. Ini sudah sejak bung Karno. Tahun 60 bung Karno sudah akan memindahkan ibu kota Jakarta itu ke Kalimantan, yaitu di palangkaraya. Sehingga waktu FS semuanya itu kita liat lagi di titik mana yg paling baik untuk perpiondahan ibu kota itu," jelasnya.

Dibangunnya IKN, kata Jokowi, juga bukan hanya sekadar pindah gedung pemerintaan saja. Ia ingin memindahkan budaya, pola pikir kerja baru ke IKN. Sistem dan sumber daya manusia (SDM) pun telah dipersiapkan sejak awal.

"Sehingga kita harapkan ibu kota baru ini betul-betul sebuah ibu kota, yang negara lain tidak memiliki. Memang ini bukan pekerjaan yang hanya setahun 2 tahun, ini mungkin akan selesai insyaallah selesai 15-20 tahun. Tapi kita harus berani memulainya," kata Presiden.

Kepala Negara juga menilai Jakarta sudah sangat padat dan kemacetan sudah tidak terhindarkan lagi. Namun, dirinya berjanji akan memperbaiki Jakarta menjadi kota ekonomi dan pariwisata.

"Jakarta sendiri sudah sangat padat, sangat macet. Tetapi Jakarta tetap akan terus kita perbaiki dan menjadi kota bisnis, kota pariwisata, kota ekonomi, dan nusantara menjadi kota pemerintahan," ungkapnya.

(DES)

Topik Menarik