Banyak Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit di Aceh Tamiang Tidak Memiliki Sparing Limbah
ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG Sebagian besar Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) di Aceh Tamiang tidak memiliki alat pengukur parameter air limbah secara terus menerus atau yang lebih dikenal Sparing.
Dari 12 PKS yang beroperasi di Aceh Tamiang hanya tiga perusahaan yang memiliki alat Spariung sisanya 9 perusahaan belum memiliki alat pengukur limbah vtersebut.
Alat Sparing adalah alat yang dipergunakan untuk mengukur kadar suatu parameter kualitas air limbah dan debit air limbah melalui pengukuran dan pelaporan debit air limbah secara otomatik, terus menerus dan dalam jaringan
Kabid Penataan dan Penaatan PPLH pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tamiang, Suprizal, ST kepada Wartawan, Kamis (16/2/2023) mengatakan, dari 12 perusahaan PKS, baru tiga PKS yang sudah melapor secara lisan tapi belum mengirimkan surat ke DLH terkait perusahaan sudah pasang alat Sparing atau belum pasang.
Baca : Air Sungai Tamiang Bercampur Limbah PKS, Alasannya Kecelakaan Kerja
Ketiga perusahaan PKS yang sudah melapor, yakni PTPN 1 Tanjung Seumentok, PTPN 1 Pulau Tiga dan PT. Sisirau ," ujar Suprizal, ST.
Sedangkan sembilan PKS yang belum miliki alat Sparing lanjut Suprizal yakni,
PKS PT Socfind Indonesia, PKS PT Patisari, PKS PT Bumi Sama Ganda, PKS PT Tri Agro Palma Tamiang, PKS PT Parasawita, PKS PT Mora Niaga Jaya, PKS Mini Selaxa Windu, PKS PT Bumi Tamiang Sentosa dan PKS PT Betami.
"Pihaknya berharap kepada 9 perusahaan PKS menerapkan Peraturan Menteri KLHK. Karena, sesuai arahan Presiden RI, melalui Permen KLHK No P.93/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2017 dan No P.80/Menlhk/Sekjen/kum.1/10/2019, pelaku usaha (perusahaan) wajib memiliki alat sparing dan melaporkan kegiatan pengukuran kadar/debit pembuangan air limbah ke air permukaan," ujar Kabid Penataan dan Penaatan PPLH pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tamiang ini.
Baca : Diduga Sungai Tercemar Limbah PKS, DLHK Aceh Timur Ambil Sampel Air Untuk di Uji Lab
Sufrizal menjelaskan, prinsip kerjanya alat Sparing dipasang di titik penaatan, yang nantinya akan terkoneksi ke KLHK melalui satelit. Dengan begitu parameter kualitas air limbah dan debit air limbah, bisa dilaporkan secara otomatis dan terus menerus.
"Sesuai fungsinya alat Sparing ini nantinya bisa mengukur kadar suatu parameter kualitas air limbah dan debit air limbah melalui pengukuran pelaporan debit air limbah secara otomatis. Alat ini terhubung ke satelit jadi bisa dipantau setiap waktu," demikian Kabid Penataan dan Penaatan PPLH pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tamiang, Suprizal, ST (*)










