DPRD Surabaya Minta Dikaji Kembali Tulisan Stiker Warga Miskin

DPRD Surabaya Minta Dikaji Kembali Tulisan Stiker Warga Miskin

Nasional | jawapos | Selasa, 10 Januari 2023 - 18:07
share

JawaPos.com Penempelan stiker bagi penerima bantuan menuai pro dan kontra warga Surabaya. Tak sedikit warga protes jika ada penerima bantuan yang dinilai tak sesuai. Seperti memiliki rumah layak, kendaraan, hingga perabotan yang apik.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mengatakan, penempelan stiker sudah diatur Perwali 106/2022. Di perwali tidak disebutkan secara spesifik jika harus diberikan stiker. Hanya disampaikan penanda di pasal 7.

Politikus PKS itu menyampaikan, berdasar data dari Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, ada 219.427 warga yang rumahnya diberikan stiker (warga miskin). Jika di lapangan, ditemukan pro dan kontra pemkot perlu mengkaji kembali. Termasuk penilaian antar warga di bawah.

Sebetulnya, apabila ada warga penerima bantuan punya rumah layak, belum tentu itu rumahnya. Bisa jadi, rumah pemberian orang tua, tapi dia masuk ke dalam kategori warga miskin perlu peninjauan kembali, papar Reni.

Reni menambahkan, mendapatkan informasi jika di lapangan tidak semua warga bersedia kediamannya ditempeli stiker. Ada yang menolak dan menerima.

Di lain sisi, alumnus magister Universitas Airlangga itu juga mendorong pemkot untuk mengkaji lagi mengenai kalimat yang ada di dalam stiker. Stiker berbentuk kotak itu bertulis warga miskin .

Menurut Reni, pemkot bisa melibatkan ahli psikolog untuk mengkaji kembali apakah kalimat tersebut sudah tepat. Dia mengusulkan kalimat lain. Seperti penerima manfaat atau penerima bantuan.

Karena stiker ini fungsinya sebagai penanda sesuai pasal 7. Saya berpikir jika di rumah itu ada anak kecil, terus kalimat warga miskin dibaca berulang-ulang kasihan juga, ucap Reni.

Pantauan JawaPos , belum semua wilayah menerima penempelan stiker warga miskin. Misalnya, di Tembok Sayuran, Kecamatan Bubutan. Ketua RT 2 Tembok Sayuran Bambang Hadi Marwanto mengatakan, hingga kini, pihaknya belum mendapatkan instruksi dari lurah atau camat untuk penempelan stiker. Padahal, ada beberapa warganya yang perlu mendapatkan bantuan.

Infonya, penempelan stiker nanti didampingi lurah hingga Kader Surabaya Hebat dan RT/RW. Waktunya bertahap, ujar Bambang Hadi Marwanto.

Saat dihubungi, Kepala Dinsos Surabaya Anna Fajriatin belum bisa menyampaikan berapa rumah warga yang telah ditempeli stiker. Menurut dia, angkanya terus bergerak.

Topik Menarik