Loading...
Loading…
Kapasitas Kilang Balongan Naik Jadi 150 Ribu Barel Per Hari

Kapasitas Kilang Balongan Naik Jadi 150 Ribu Barel Per Hari

Nasional | jawapos | Senin, 05 September 2022 - 06:56

JawaPos.com Kapasitas pengolahan pada Kilang Pertamina Balongan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, saat ini meningkat dari sebelumnya sebesar 125 ribu, kini naik menjadi 150 ribu barel per hari. Itu terjadi setelah selesainya proyek pengembangan.

Selesainya pengembangan fase 1 ini, terdapat peningkatan pengolahan minyak mentah dari 125 ribu barrel menjadi 150 barrel per hari, kata General Manager PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan Diandoro Arifian seperti dilansir dari Antara di Indramayu.

Menurut dia pengembangan proyek kilang atau Refinery Development Master Plant (RDMP) fase 1 di Kilang Balongan Indramayu, berdampak signifikan. Terutama dalam hal peningkatan kapasitas produksi minyak mentah.

Proyek RDMP fase 1 Kilang Balongan, lanjut Diandoro, dimulai pada 22 Februari 2021 dengan melakukan upgrading pada unit CDU ( Crude Destilation Unit ) dan diselesaikan 100 persen tahun ini. Salah satu komponen yang ditambahkan, untuk menaikkan kapasitas Kilang Balongan yakni dengan memasang Preflash Column yang memiliki ketinggian 27 meter, diameter 3,5 meter, dan berat 104, 2 ton.

Alat ini berfungsi sebagai pemisah crude menjadi fraksi ringan ( Offgas dan Nafta ) di bagian atas dan fraksi yang lebih berat ke bagian bawah dengan bantuan steam sebagai sumber energi, ucap Diandoro Arifian.

Dia menjelaskan, RDMP fase 1 Kilang Balongan merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri yang semakin meningkat.

Selain RDMP yang berhasil diselesaikan, dia menambahkan, proyek pemeliharaan kilang skala besar ( Turn Around ) dan proyek Revitalisasi unit Residue Catalytic Cracking (RCC) juga telah diselesaikan dengan aman dan lancar.

Kilang Balongan saat ini dalam kondisi optimal, karena pemeliharaan lancar, RDMP selesai sehingga kapasitas kilang naik, dan RCC juga beroperasi lebih optimal setelah revitalisasi, terang Diandoro Arifian.

Original Source

Topik Menarik