Loading...
Loading…
Daftar 10 Desa Wisata Terfavorit di Indonesia

Daftar 10 Desa Wisata Terfavorit di Indonesia

Nasional | republika | Jumat, 24 Juni 2022 - 01:11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menetapkan 10 desa wisata terfavorit di Tanah Air tahun 2022. Kemendes pun memberikan penghargaan berupa hadiah total Rp 1 miliar kepada Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan BUM Desa Bersama yang mengelola desa wisata favorit itu. Sebanyak 10 desa wisata favorit itu terpilih dalam lomba promosi Desa Wisata Nusantara Tahun 2022. Pemenang ditentukan lewat jumlah like alias tanda jempol terbanyak dari pengunjung atau wisatawan di aplikasi Desa Wisata Nusantara. Dari 1.407 desa wisata yang terdaftar dalam aplikasi tersebut, berikut daftar 10 desa wisata terfavorit: 1. Pantai Lakadao di Desa Burangasi, Lapandewa, Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. 2. Taman Wisata Bukit Punjabu di Desa Buntu Buanging, Pitu Riase, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. 3. Wisata Mangrove Kedatim di Desa Kebundadap Timur, Saronggi, Sumenep, Jawa Timur. 4. Bayang Aia di Desa Pauah, Lubuk Sikaping, Pasaman Sumatera Barat. 5. Kawasan Wisata Equator Bonjol di Desa Ganggo Mudiak, Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat. 6. Taman Wisata Menanti Laburan di Desa Padang Panjang, Tanta, Tabalong, Kalimantan Selatan. 7. Puncak Koto Panjang di Desa Lansek Kadok, Rao Selatan, Pasaman, Sumatera Barat. 8. Benteng Bukit Tajadi di Desa Ganggo Hilia, Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat. 9. Teba Majalangu di Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali. 10. Jembatan Surau Lamo di Desa Jambak, Lubuk Sikaping, Pasaman, Sumatera Barat. Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar mengucapakan selama kepada 10 desa wisata pemenang. Ia mengatakan, lomba ini ditujukan untuk memperkenalkan potensi wisata desa-desa. "Lomba ini bertujuan untuk menjadikan desa wisata di Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia dan berdaya saing, kata Halim dalam acara penghargaan program Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN/Swasta dan Promosi Desa Wisata Nusantara di Jakarta, Kamis (23/6/2022). Terkait aplikasi Desa Wisata Nusantara yang menjadi salah satu syarat utama lomba, Halim menegaskan bahwa aplikasi tersebut dibuat untuk kepentingan promosi desa wisata. Semua biaya pembuatan dan operasional aplikasi ini ditanggung Kemendes PDTT. Karena itu, pengelola desa wisata tak perlu mengeluarkan uang untuk memasukkan profil desa wisatanya. "Aplikasi Desa Wisata Nusantara dapat menunjukkan Wisata Desa terdekat di lokasi kita sehingga memudahkan kita mengunjungi satu atau lebih Desa Wisata dalam satu waktu," ujarnya. Sementara itu, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menilai aplikasi Desa Wisata Nusantara sejalan dengan program pemerintah yang terus berupaya memberdayakan ekonomi pedesaan. Salah satunya melalui pengembangan desa wisata, termasuk desa wisata halal. Menurut KH Ma'ruf, desa wisata merupakan salah satu wujud community based tourism, yaitu konsep pariwisata yang berbasis masyarakat. Perlu didorong untuk pengembangan desa wisata salah satunya melalui promosi. "Jadi saya dengar ada aplikasi Desa Wisata Nusantara ini, dengan demikian promosi merupakan kunci dari pengembangan Desa Wisata tersebut," kata KH Ma'ruf.

Original Source

Topik Menarik