Masuk Asrama Haji Surabaya, Para CJH Langsung Jalani Karantina
JawaPos.com- Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya (AHESS) mengebut persiapan menjelang kedatangan jemaah haji kloter pertama (3/6) dari berbagai daerah. Tak hanya mempersiapkan infrastruktur penunjang, tetapi juga sarana lain, yakni pengetatan protokol kesehatan.
Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya (AHESS) Sugianto mengatakan, pengasapan mencegah DBD telah dilakukan pekan lalu. Juga akan dilakukan rutin setiap pekan. Menurut dia, pengetatan prokes bakal berlaku pada semua operasional haji sekalipun warga. Ini bagian dari semangat melindungi jemaah. Jadi sebelum operasional berjalan, semua dan siapa pun wajib tes PCR ya, katanya kemarin (1/6).
Sugianto menambahkan, tes PCR jadi syarat wajib dan akan dilakukan hari ini (2/6) sebelum kedatangan jemaah. Selanjutnya, setiap lima hari sekali petugas haji (PPIH) juga diwajibkan tes antigen.
Hal itu dilakukan sebagai antisipasi melindungi jemaah haji dari Covid-19 saat karantina di AHESS. Vaksin juga ya minimal dosis II. Tiga lebih baik. Alhamdulillah, kami dapat bantuan 2.000 antigen dari kepolisian, ungkapnya.
Sugianto menegaskan, pembatasan dan pengecekan protokol kesehatan juga berlaku untuk pengunjung atau pengantar jemaah. Selama menjalani karantina, lanjut dia, jemaah tidak diperbolehkan menerima pengunjung.
Pengantar juga dibatasi ya. Bisa masuk kalau menunjukkan hasil negatif antigen dan vaksin lengkap. Kru bus juga sama. Wajib antigen, paparnya. Tapi, yang pasti tidak ada jadwal kunjungan, imbuhnya.
Pihaknya membenarkan bahwa pola karantina jemaah haji kali ini tidak jauh beda dengan karantina pekerja migran Indonesia (PMI). Pembatasan aktivitas bakal dilakukan untuk meminimalkan kontak antarjemaah. Termasuk makanan nanti diantar ke kamar masing-masing. Petugas haji juga diminta tidak banyak kontak, paparnya.
Soal persiapan fisik, Sugianto menyebut persiapan mencapai 97 persen yang mayoritas perbaikan kategori minor. Tinggal pengecatan saja. Sama tambah kasur ya. Ada 250 bed yang sudah diganti baru, ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan kamar khusus isolasi yang dapat digunakan sewaktu-waktu jika ada jemaah yang positif. Semoga tidak ada ya dan haji tahun ini berjalan lancar, harapnya.










