Loading...
Loading…
Pemdes Puspasari Desak PT BUMKA Selesaikan Pemasangan Jaringan Internet Desa

Pemdes Puspasari Desak PT BUMKA Selesaikan Pemasangan Jaringan Internet Desa

Nasional | mandalapos.co.id | Minggu, 15 Mei 2022 - 00:05

Mandalapos.co.id, Tasikmalaya Asa Desa Puspasari untuk menjadi Desa Digital urung terealisasi. Padahal, Desa di wilayah Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya ini sudah menganggarkan Rp147 juta untuk membangun akses internet desa.

Usut punya usut, program internet desa ini berlangsung molor lantaran pihak rekanan yakni PT BUMKA belum menyelesaikan pekerjaannya seratus persen, meski pembayaran sudah dilunasi.

Masalahnya PT BUMKA belum bertanggung jawab menyelesaikan, tapi kita sudah usaha untuk menemui, dan mereka mau menyelesaikan bulan ini, tutur Sekretaris Desa Puspasari, Deni Sumantri, Sabtu (14/5).

Lanjut diungkapkan Deni, kontrak dengan PT BUMKA sejatinya hanya Rp75 juta. Namun, Pemdes Puspasari menganggarkan lebih untuk melakukan pelebaran akses jaringan internet agar bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat hingga di pelosok desa.

Untuk kontrak Rp75 juta, pajak Rp16 juta, kemudian beli alat seperti kabel, colokan listrik, terminal listrik, tiang untuk akses point, itu kisaran Rp15 juta abisnya, ada sisa uang di bendahara Rp40 jutaan, itu jika sudah berjalan yang kontrak dengan PT BUMKA itu, akan kita lakukan pelebaran ke lokasi yang belum tersentuh internet, jelasnya.

Baca Juga :
Solusi untuk Kampung Mandiri Internet Garut Tetap Beroperasi

Menurut Deni, saat ini baru 30 akses poin yang sudah didatangkan ke desa dari total 50 unit, itupun belum semuanya terpasang.

Harapan saya kepada PT BUMKA selesaikan masalah ini biar tak berlarut, karena desa juga tidak mau ada masalah berkepanjangan. Pelebaran juga baru bisa dilaksanakan ke titik yang belum, jika yang pokoknya sudah berjalan, ujarnya.

Dihubungi mandalapos, Direktur PT BUMKA, Budi Hermawan, menuturkan penyebab dari molornya pengaktivasian internet di beberapa desa di wilayah Kecamatan Puspahiang, lantaran dirinya tiba-tiba sakit.

Jadi terakhir saat di Desa Cimanggu waktu lagi aktivasi saya sakit, setelah periksa ternyata harus operasi, jadi pra operasi harus bed rest, ujarnya, Jumat (13/5)

Ditanya soal lanjutan pekerjaannya di Desa Puspasari, Budi mengatakan minggu depan akan kembali mengerjakan lanjutan pengaktivasian di Desa Puspasari.

Lanjut Budi, belum terpasangnya seluruh akses point lantaran pihak desa yang menentukan titik pemasangan.

Belum terpasang semua menunggu desa, karena sistem akses point ini ditempatkan di tempat ramai yang peminatnya banyak, tuturnya.

Baca Juga :
Warga di Garut Bangun Kampung Internet Mandiri

Sementara itu, Ketua BPD Desa Puspasari, Supriatna, juga mendesak PT BUMKA untuk segera menyelesaikan pekerjaannya yang sudah tertuang di dalam kontrak kerja.

Masyarakat banyak yang menunggu, butuh jaringan tersebut karena di desa kita juga susah sinyal. Kecewanya kita dari PT (BUMKA) nya ini, kita akan minta pertanggungjawaban mereka, tegasnya. ***Yahya

Original Source

Topik Menarik