H+3 Lebaran, 43.200 Kendaraan Bermotor Serbu Malioboro

H+3 Lebaran, 43.200 Kendaraan Bermotor Serbu Malioboro

Nasional | radarjogja | Kamis, 5 Mei 2022 - 15:09
share

RADAR JOGJA Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho menuturkan peningkatan volume kendaraan di Kota Jogja khususnya Malioboro sangatlah signifikan. Mulai terlihat H+1 Idul Fitri. Ditandai dengan penumpukan arus lalulintas menuju kawasan pusat wisata di Kota Jogja ini.

Berdasarkan catatan Dishub Kota Jogja, mobilitas kendaraan bermotor roda dua mencapai 3.600/jam. Sementara untuk kendaraan bermesin roda empat mencapai 1.200/jam. Sehingga perkiraan penumpukan dalam waktu premier mencapai 32.400 untuk roda dua dan 10.800 untuk roda empat.

Waktu premier ini kurang lebih 9 jam. Meski begitu tidak sampai stuck. Kendaraan masih bisa melaju meski dalam kecepatan rendah, jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (5/5).

Sebagai antisipasi pihaknya menerapkan skema buka tutup. Terfokus di titik Jembatan Kleringan dan kawasan Stadion Kridosono. Sebagai titik pengurai antrian kendaraan menuju kawasan Malioboro.

Tapi untuk diskresi sewaktu dilakukan oleh kepolisian. Berdasarkan situasi lapangan untuk waktu kapan buka dan tutupnya, katanya.

Masuknya kendaraan dari luar Jogjakarta juga menjadi kendala. Berupa tak pahamnya alur kendaraan di kawasan Malioboro. Terutama untuk kendaraan berhenti dan lokasi parkir.

Kondisi ini terjadi di sepanjang ruas jalan Malioboro. Berupa kendaraan bermotor roda empat yang parkir di bahu jalan. Tepatnya dari depan Teras Malioboro 2 hingga Malioboro Mal.

Benar itu kejadiannya pagi tadi, jelas mereka tidak baca rambu. Mereka parkir sembarangan. Kami keluarkan dari lokasi itu. Semuanya plat luar Jogjakarta, ujarnya.

Mantan Camat Gondomanan ini menegaskan tak ada pelonggaran kebijakan. Meski tak mengetahui adanya aturan, para wisatawan tetap wajib patuh. Untuk segera memindahkan kendaraan menuju lokasi kantong parkir kendaraan.

Terkait penindakan, Agus menegaskan menjadi ranah pihak kepolisian. Pihaknya hanya mengarahkan kendaraan untuk pindah ke parkir Ngabean dan kawasan Sriwedani.

Kapasitasnya cukup, untuk Ngabean bisa menampung 150 mobil kalau Sriwedani bisa 50 mobil, katanya. (Dwi)

Topik Menarik