PPATK Pernah Dikira Sebagai Pejabat Pembuat Akte Tanah Kuburan
JawaPos.com Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) belakangan mendapat apresiasi publik karena berhasil mengungkap aliran dana dari dugaan penipuan berkedok investasi ilegal trading binary option.
Namun demikian,Kepala PPATIvan Yustiavandana mengatakan, sebelum lembaga yang ia pimpin dikenal masyarakat luas. PPATK sempat disebut sebagai Pejabat Pembuat Akte Tanah Kuburan.
Publik bertanya memang apa sih PPATK itu, orang lebih familiar Pejabat Pembuat Akte Tanah, dan ada K-nya ya bonuslah tanah kurburan. Begitu ya, jadi Pejabat Pembuat Akte Tanah Kuburan gitu, ujar Ivan di Channel YouTube Deddy Corbuzier, dikutip Jumat (8/4).
Bahkan selain itu, Ivan menuturkan PPATK juga seringkali dikira publik sebagai lembaga yang tugasnya menyediakan kebutuhan yang berkaitan dengan Alat Tulis Kantor.
Ada lagi yang lihat PPATK perusahaan yang sering familiar dengan ATK, Alat Tulis Kantor. Okelah PPATK penyedia alat tulis kantor. Jadi itu yang terjadi di publik, katanya.
Namun demikian, Ivan menuturkan saat ini masyarakat sudahmengetahui peran dari PPATK. Hal itu karena PPATK sudah banyak melakukan pemblokiran dan dilibatkan oleh Bareskrim Polri menelusuri aliaran dana dari penipuan investasi ilegal.
Nah sekarang ada penipuan seperti ini, PPATK enggak masuk terkait dengan tanah kuburan, alat tulis apa lagi enggak masuk.Dan PPATK lakukan analisis, kan kita follow the money, ungkapnya.
Diketahui, PPATKmengungkapkan sampai saat ini total sebanyak345 rekening yang telah diblokir terkait dengan investasi ilegal. Dari 345 rekening yang diblokir tersebut nilainya sebesar Rp 588 miliar.
PPATK masih terus menerima laporan terkait kasus investasi ilegal yang belakangan kian marak terungkap. Terbaru, PPATK mengungkapkan telah menerima laporan transaksi investasi bodong mencapai Rp 35 triliun.
Sampai saat ini, Bareskrim Polri telahmenetapkan26 tersangka terkait dugaan penipuan investasi ilegal lewat tading binary option.
Untuk Binomo sudah ada empat tersangka,Mereka adalah, Indra Kesuma alias Indra Kenz selaku affiliator, Brian Edgar Nababan selaku Manager Development Binomo, Fakar Suhartami Pratama selaku guru Indra Kenz yang juga affiliator, danWiky Mandara Nurhalim sebagai admin grup Telegram trading Binomo.
Kemudian untuk platform Qoutex, Bareskrim Polri sudah menetapkan crazy rich asal Bandung, Jawa Barat Doni Salmanan sebagai tersangka. Saat ini Doni Salmanan sudah ditahan di Rutan Bareskrim Polri.
Selanjutnya untuk penipuan investasi robot trading DNA Pro sudah ada 12 tersangka yang ditetapkan Bareskrim Polri, mereka adalahFR, RK, RS, RU, YS,AB, ZII, JG, ST, FE, AS dan DV.
Lalu,kasus dugaan penipuan investasi bodong melalui aplikasi robot trading Fahrenheit sudah ada lima tersangka. Mereka adalah D, ILJ, DBC, MF danHendry Susanto.
Kemudian untuk, investasi bodong robot tradingViral Blast Global sudah ada empat tersangka. Mereka adalah RPW, Minggus Umboh, Zainal Hudha Purnama, dan Putra Wibowo.










