Ada Wacana Pencabutan Pupuk Subsidi ZA dan SP-36, Ini Penjelasan DPKP

Ada Wacana Pencabutan Pupuk Subsidi ZA dan SP-36, Ini Penjelasan DPKP

Nasional | radartegal | Jum'at, 18 Maret 2022 - 21:34
share

Adanya wacana pencabutan subsidi pupuk ZA dan SP-36 mendapatkan penolakan oleh sejumlah petani bawang merah di Kabupaten Brebes. Pasalnya, jika pencabutan itu terjadi akan sangat berdampak bagi para petani bawang di Brebes.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan BrebesYulia Hendrawati dikonfirmasi membenarkan soal rencana pencabutan subsidi pupuk ZA dan SP-36.

Itu sesuai dengan surat yang diterima oleh pihaknya dari Dirjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian (Kementan) yang ditandatangani oleh Direktur Pupuk dan Pestisida dengan nomor 8133./SL 320/B.5203 2022 terkait Rekomendasi Panja Komisi IV DPR RIatas perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi.

"Nah di sini diantaranya menyampaikan bahwa mengurangi pupuk bersubsidi menjadi Urea dan NPK. Padahal sebelumnya pupuk subsidi ada, Urea, NPK, ZA dan SP-36. Artinya nanti pupuk ZA dan SP-36 tidak masuk pupuk bersubsidi, ungkapnya.

Dijelaskannya, nantinya tidak hanya ZA dan SP-36 yang subsidinya bakal dicabut,ada pupuk subsidi lainnya yang bakal dicabut. Yakni pupuk organik.

Namun hal itu tidak menjadi masalah, karena sudah bisa diproduksi sendiri oleh petani.

"Jadi memang itu yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementan, yang nanti pelaksanaannya direkomendasikan pada Juli mendatang," jelasnya.

Ditambahkannya, memang untuk pupuk jenis ZA dan SP-36 ini lebih banyak untuk tanaman holtikultura. Sedangkan urea dan NPK untuk tanaman padi.

Dengan dihapuskannya ZA dan SP-36 dari daftar pupuk subsidi, berdampak pada naiknya biaya yang dikeluarkan oleh petani.

Karena mereka harus membeli pupuk nonsubsidi. Dan harga pupuk nonsubsidi juga cukup tinggi harganya.

"Nanti tentunya terkait dengan pembiayaan budidaya untuk tanaman hortikultura ini akan menjadi lebih tinggi. Karena pembiayaan lebih tinggi ini, ya kemungkinan nanti akan berdampak pada harga. Meskipun kalau nanti harganya tetap berarti keuntungan petani itu menjadi lebih kecil daripada sebelumnya, ucapnya.

Lebih lanjut, terkait wacana pencabutan itu, dirinya meminta kepada petani tidak perlu menanggapi secara berlebihan. Dijelaskannya, bahwa pupuk NPK dan Urea ada kandungan unsur P yang ada dalam pupuk SP-36. Sementara dalam ZA ada unsur sulfur.

"Jadi petani tidak perlu panik, dalam pupuk NPK urea ada kandunganP seperti yang ada dalam SP-36. Dalam ZA ada sulfur yang tersedia dalam tanah. Jadi nanti kita akan memberikan edukasi ke petani terkait hal ini," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, petani bawang merah di Kabupaten Brebes mengaku keberatan terkait wacana penghapusan tiga jenis pupuk bersubsidi yang saat ini tengah di bahas oleh pusat.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari menegaskan penolakan terkait wacana pengurangan subsidi pupuk organik, SP-36 dan ZA tersebut.

"Yang jelas kami (Petani Bawang Merah, Red) menolak wacana pencabutan subsidi jenis pupuk organik, SP-36 dan pupuk ZA yang tengah dibahas di pusat," ujarnya, Kamis (17/3) lalu.

Dijelaskannya, pihaknya memang sudah mendengar terkait rencananya penghapusan tiga jenis pupuk bersubsidi tersebut. Sehingga, nantinya pupuk yang masih disubsidi hanya tinggal Urea dan NPK

"Pupuk jenis ZA ini masih dibutuhkan oleh petani bawang merah. Sehingga, jika dicabut dari pupuk bersubsidi jelas ini akan membuat para petani bawang merah di Brebes resah, apalagi harga Pupuk ZA nonsubsidi saat ini harganya mahal," terangnya.

Ditambahkannya, bawang merah itu merupakan komoditas penting yang selalu memicu inflasi. Harganya selalu naik turun.

Apabila ini dicabut, kata dia, maka petani bawang merah akan lebih banyak mengeluarkan biaya produksi.

"Kalau ini jadi dicabut, biaya produksi jelas akan naik. Dan ini berdampak pada tingginya biaya produksi tanam. Jadi kita berharap, wacana itu tidak jadi," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang petani lainnya Rema (45).

Diakuinya, dirinya keberatan jika ketiga pupuk bersubsidi di atas dicabut. Pasalnya, saat ini harga pupuk ZA dan SP36 sudah cukup mahal.

"Iya keberatan. Jadi, kami berharap pupuk yang saat ini sudah disubsidi jangan dicabut. Karena itu memberatkan para petani," turunya.

Salah seorang pedagang pupuk nonsubsidi di Brebes Dani Bagus Purnama (43) mengaku, saat ini harga pupuk ZA dan SP36 nonsubsidi sudah cukup tinggi.

Bahkan, harga itu akan bertambah tinggi karena adanya dampak perang antara dua negara di Eropa.

"Harga pupuk ZA dan SP-36 bersubsidi jauh lebih murah ketibang nonsubsidi. Jadi saya berharap, pupuk subsidi jenis ZA dan SP-36 tetap ada. Sehingga petani bawang merah di Brebes tetap mendapatkan pupuk dengan harga yang terjangkau," singkatnya. (ded/ima)

Topik Menarik