Jika Khofifah Tak Maju Lagi Gus Ipul, Risma Dan Emil Tarung Di Pilgub Jatim

Jika Khofifah Tak Maju Lagi Gus Ipul, Risma Dan Emil Tarung Di Pilgub Jatim

Nasional | rm.id | Jum'at, 18 Februari 2022 - 07:24
share

Elektabilitas Petahana Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa tetap tertinggi saat ini. Hal ini karena bekas Menteri Sosial (Mensos) itu dianggap bekerja cukup baik selama memimpin Jatim.

Faktor petahana masih kuat. Tentu saja nama Khofifah tertinggi saat ini dengan elektabilitas 31,5 persen. Apalagi, kepuasan publiknya tinggi, kata Direktur Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI), Baihaki Sirait, kemarin.

Dia mengungkapkan, ada sejumlah nama yang patut mendapat perhatian karena elektabilitasnya mengalami kenaikan. Salah satunya, Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad.

Saat ini, elektabilitas Anwar sebagai Cagub Jatim 3,1 persen. Jika dilihat dalam setahun terakhir memimpin Gerindra Jatim, jelasnya, Anwar banyak melakukan gerakan dan manuver.

Dengan statusnya sebagai representasi NU, banyak ceruk suara Nahdliyin yang mulai melirik Gerindra.

Anwar Sadad bisa sebagai figur Cagub Jatim, jelasnya.

Kans Anwar bertarung di Pilgub Jatim 2024 dinilai Baihaki masih terbuka lebar. Masih ada waktu dua tahun lebih untuknya meningkatkan elektabilitas melampaui Khofifah Indar Parawansa.

Sebagai pendatang baru, jelasnya, elektabilitas Anwar masih 1 persen saat Oktober 2021. Sekarang sudah 3,1 persen. Tentu saja, asal bisa mengolah komunikasi politik yang bagus, masih ada kesempatan, tegasnya.

Baihaki juga melakukan simulasi, seandainya Khofifah tidak maju Pilgub Jatim. Hasilnya, eks Wagub Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Tri Rismaharini (Risma), dan Wagub Jatim Emil Dardak akan bersaing ketat.

Seandainya Khofifah ini running ke pusat, Pilgub Jatim seru. Elektabilitas calon berdempetan antara Gus Ipul, Risma, dan Emil. Tapi, semua tergantung hasil Pileg, karena kursi parpol di Pileg 2024 sebagai acuan Pilgub nanti, pungkasnya.

Diketahui, Survei ARCI dilakukan pada 15-27 Januari 2022 di 38 Kabupaten/Kota Jatim dengan jumlah responden proporsional.

Survei ini menggunakan multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.200. Margin of error sebesar 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. [EDY]

Topik Menarik