Loading...
Loading…
5 Amalan 10 Hari Pertama Ramadhan, Nomor 2 Ganjarannya Berlipat

5 Amalan 10 Hari Pertama Ramadhan, Nomor 2 Ganjarannya Berlipat

Muslim | sindonews | Rabu, 06 April 2022 - 08:15

Hari ini Rabu (6/4/2022) kita memasuki hari ke-4 bulan Ramadhan 1443 Hijriyah atau hari ke-5 menurut perhitungan Hisab. Ada lima amalan yang dapat kita hidupkan pada 10 hari pertama Ramadhan ini.

Dalam satu Hadis disebutkan, keutamaan bulan Ramadhan terbagi dalam tiga fase, yaitu sepuluh hari pertama adalah curahan rahmat, sepuluh hari kedua adalah ampunan, dan sepuluh hari ketiganya adalah pembebasan dari api neraka.

Berikut Hadisnya diriwayatkan Imam Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman dan Ibnu Khuzaimah.

Artinya: "Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka."

Meskipun sebagian ulama mengatakan Hadis ini dhaif (lemah), namun boleh diamalkan untuk fadhail amal (keutamaan beramal). Apalagi hadis ini tidak terkait dengan hukum halal dan haram ataupun menyangkut akidah.

Berikut 5 amalan pada 10 hari pertama Ramadhan. Nomor dua termasuk amalan bernilai di sisi Allah dan siapa yang menghidupkannya akan meraih pahala berlipat.

1. Mengkhatamkan Al-Qur'an

Ramadhan dijuluki sebagai Syahrul Qur'an atau bulan diturunkannya Kitab suci Al-Qur'an. Allah berfirman dalam Al-Qur'an: " Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan bagi petunjuk, dan furqan (pembeda) ." (QS Al-Baqarah: ayat 185)

Baca Juga :
Inilah Amalan-Amalan Penuh Berkah yang Dianjurkan Selama Ramadhan

Pada 10 hari pertama Ramadhan hendaknya umat muslim mengkhatamkan Al-Qur'an. Keutamaan mengkhatam Al-Qur'an diterangkan dalam hadis Nabi: " Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan "Alif Lam Mim" satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf ." (HR. Tirmidzi)

Dalam Hadis lain:

"Apabila dikhatamkan Al-Qur'an, maka turunlah rahmat Allah". (HR at-Thabrani dan Ibnu Abi Syaibah dari Mujahid)

Dalam hadits riwayat ad-Darimy, Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa telah membaca Al-Quran (khatam) kemudian dia berdoa, maka ada 4 ribu Malaikat yang mengaminkan doanya." (HR ad-Darimy)

Jika ingin mengkhatamkan Al-Qur'an pada 10 Hari pertama Ramadhan sebenarnya sangat mudah. Tidak perlu menghabiskan waktu untuk menyelesaikannya. Cukup istiqomah dan disiplin menjaga waktu. Al-Qur'an terdiri atas 30 juz, setiap juz terdiri dari 10 lembar (20 halaman).

Baca Juga :
Pahala Puasa Ramadhan Dilipatgandakan Tanpa Batasan Bilangan

Jika istiqomah sehari 3 juz sehari, maka dalam 10 hari kita akan khatam. Caranya, bacalah Al-Qur'an setelah sholat Subuh 12 halaman; setelah Zhuhur 12 halaman; setelah Ashar 12 halaman; setelah Maghrib 12 halaman dan setelah Isya 12 halaman. Jika bakda Maghrib waktunya singkat maka bisa diselesaikan setelah bakda Isya yang waktunya lebih lapang.

2. Bersedekah dan Menyantuni Fakir Miskin

Ramadhan dijuluki sebagai bulan berbagi. Orang yang mengeluarkan hartanya untuk bersedekah dan menyantuni fakir miskin di bulan Ramadhan akan meraih pahala berlipat yang tidak didapat di bulan lain. Rasulullah SAW bersabda: " Sedekah yang paling utama adalah shadaqah pada bulan Ramadhan ." (HR. at-Tirmidzi)

Dari Ibnu Abbas berkata:

" Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan dalam kebaikan dan sifat dermawannya semakin bertambah pada bulan Ramadhan tatkala malaikat Jibril menemui Beliau untuk mengajarkan Al-Qur'an. Jibril 'alaihissalam biasa mendatangi beliau setiap malam bulan Ramadhan hingga berakhirnya bulan tersebut. Pada setiap malam itu Nabi senantiasa memperdengarkan bacaan Al-Qur'an nya kepada Jibril. Apabila Jibril menjumpai beliau maka beliau sangat dermawan pada kebaikan melebihi angin yang berembus ." (HR Al-Bukhari 1769 dan Muslim 4268)

Besarnya sifat dermawan Nabi Muhammad patut ditiru umatnya. Allah akan menyayangi para hamba-Nya yang senang mengasihi yang lain sebagaimana sabda Beliau: " Sesungguhnya Allah akan merahmati para hamba-Nya yang ruhama' (suka mengasihi yang lainnya) ." (HR Al-Bukhari)

Berkumpulnya puasa dan sedekah lebih kuat untuk dihapuskannya kesalahan, dipelihara dari jahannam, dan dijauhkan darinya. Lebih lagi, kalau digabung dengan menghidupkan qiyamullail.

Dari Mu'adz radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: " Sedekah menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam ." (HR At-Tirmidzi)

3. Menghidupkan Sholat Tarawih Berjamaah

Amalan lain pada 10 Hari pertama Ramadhan adalah menghidupkan sholat tarawih berjamaah di masjid. Sholat Tarawih adalah ibadah malam yang dihidupkan Rasulullah pada awal Ramadhan. Kebiasaan ini diteruskan oleh para Sahabat. Dari Yazid bin Rumman, sesungguhnya ia berkata: Orang-orang di zaman Umar bin Khattab melakukan (sholat Tarawih dan sholat Witir) dalam 23 rakaat." (Riwayat Imam Malik)

Baca Juga :
Muslimah Cerdas Akan Berlomba-Lomba Meraih Pahala Ramadhan

Empat imam Mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali) menetapkan sholat tarawih 20 rakaat sebagaimana dilakukan Khalifah Umar bin Khattab. Imam Malik di Madinah menambahnya 36 rakaat ditutup witir karena orang Madinah tidak bisa thawaf. Akhirnya mereka mengganti thawaf dengan sholat tarawih empat rakaat. Jadi 20 rakaat ditambah dengan 16 rakaat.

Di Indonesia banyak juga umat muslim yang melaksanakan sholat Tarawih 8 rakaat. Sholat Tarawih 8 rakaat ini merujuk kepada pendapat ulama kontemporer seperti Syaikh Bin Baaz (wafat 1420), Syaikh al-Utsaimin (wafat 1421) dan Syaikh al-Albani (wafat 1420) rahimahumullah.

Keutamaan sholat Tarawih diterangkan dalam Hadis berikut. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi bersabda:

Artinya: "Barang siapa yang sholat malam pada Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosa yang lalu." (HR Al-Bukhari)

Hadis ini memberitahukan bahwa sholat tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya' atau alasan lainnya.

4. Menghidupkan Sholat Sunnah

Bulan Ramadhan disebut juga Syahrul Mubarak atau bulan penuh berkah. Semua waktu di bulan ini bagaikan rangkaian berlian yang sangat berharga. Keberkahan Ramadhan pada periode 10 hari pertama adalah pahala berlipat bagi setiap amalan.

Diriwayatkan bahwa siapa yang mengerjakan amalan sunnah di bulan Ramadhan maka pahalanya diganjar pahala amalan fardhu (wajib). Sedangkan amalan fardhu di bulan Ramadhan sama dengan pahala 70 amalan fardhu di bulan lainnya.Mari kita simak Hadis berikut:

: ( ). : ( )

Artinya: " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Sesungguhnya umatku tidak akan terhina, selama mereka mendirikan bulan Ramadhan. Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, apa bentuk kehinaan mereka dalam menyia-nyiakan bulan Ramadhan? Rasulullah menjawab, 'Pelanggaran terhadap hal-hal yang haram pada bulan Ramadhan, seperti zina atau minum khamar. Allah dan para malaikat melaknatnya hingga tahun berikutnya. Jika ia meninggal sebelum bulan Ramadhan berikutnya, maka ia tidak mempunyai kebaikan apa pun di sisi Allah yang bisa menyelamatkannya dari neraka. Oleh sebab itu, berhati-hatilah terhadap bulan Ramadhan, karena pahala kebaikan demikian juga ganjaran kejelekan akan dilipat gandakan ." (HR at-Thabrani)

Pada 10 hari pertama Ramadhan ini umat muslim bisa menghidupkan sholat-sholat sunnah yang mungkin selama ini terabaikan. Seperti sholat sunnah Dhuha, sholat sunnah Awwabin, sholat Tahajud, sholat sunnah Tasbih, sholat Rawatib dan lainnya.

5. Menjauhi Ghibah dan Menjaga Pandangan

Amalan penting di 10 Hari pertama Ranmadhan ini adalah menjauhi ghibah dan menjaga pandangan. Untuk diketahui, kemasiatan yang paling mudah menjerumuskan seseorang adalah maksiat mata dan maksiat lisan. Di antara kemasiatan lisan adalah dusta dan ghibah.

Apabila perkara ini tidak dijauhi pada bulan Ramadhan, maka ibadah puasa kita akan sia-sia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: "Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, 'Aku sedang puasa, aku sedang puasa." (HR Ibnu Khuzaimah)

Lagwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah. Sedangkan rofats adalah istilah untuk setiap hal yang diinginkan laki-laki pada wanita atau dapat pula bermakna kata-kata kotor. Kita juga diperingatkan agar menjaga anggota tuhuh dari yang haram.

Sebagaimana sabda Nabi berikut: " Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperoleh hal itu, tidak mustahil. Kedua mata itu berzina dan zinanya dengan memandang (yang haram). Kedua telinga itu berzina dan zinanya dengan mendengarkan (yang haram). Lisan itu berzina dan zinanya dengan berbicara (yang diharamkan). Tangan itu berzina dan zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina dan zinanya dengan melangkah (kepada apa yang diharamkan). Sementara hati itu berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya ." (HR. Muslim)

Demikian lima amalan yang bisa kita hidupkan pada 10 hari pertama Ramadhan. Mudah-mudahan dengan mengamalkan kelima amalan ini kita mendapat kucuran rahmat dan ampunan dari Allah Ta'ala.

Baca Juga :
Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Berikut Dalil-Dalilnya

Original Source