Loading...
Loading…
Kumur Air Garam Hangat, Pengobatan Pertama ketika Gusi Sedang Bengkak

Kumur Air Garam Hangat, Pengobatan Pertama ketika Gusi Sedang Bengkak

Kesehatan | jawapos | Senin, 09 Mei 2022 - 07:48

Mau mengunyah sulit banget karena gusi lagi bengkak. Pengin menikmati opor ayam di momen Lebaran malah tidak bisa nikmat. Terdengar sepele gusi bengkak, tapi bagi penderita diabetes jangan diabaikan. Segera cek ke dokter apabila muncul keluhan yang lebih parah.

SEENAK apa pun makanan atau minuman di depan mata bakal tidak menggugah selera kalau gusi sedang bengkak. Dokter gigi Stanley Santosa Kamadjaja SpBM MKedKlin mengatakan, gusi bengkak bisa terjadi karena adanya infeksi. Kemudian, nanah menumpuk di permukaan gusi.

Visualnya terlihat seperti bisul atau jerawat. Menurut Stanley, hal itu disebabkan penumpukan cairan pada gigi yang sudah mati. Penyebab lain, ada juga yang karena gigi baru tumbuh sehingga terjadi peradangan di sekitarnya (gigi dan gusi).

Apakah gusi bengkak bisa berbahaya, misal bagi penderita diabetes? Dokter yang berpraktik di Mayapada Hospital Surabaya itu menuturkan, imunitas pasien diabetes bisa berkurang apabila ada infeksi. Lalu, kondisi diabetes yang tidak terkontrol berpotensi menyebabkan infeksi meluas. Akibatnya, proses penyembuhannya kurang maksimal.

Ketika gusi sedang bengkak, tidak boleh dilakukan pencabutan gigi. Sebab, ada kondisi akut di dalam rongga mulut pasien. Stanley menerangkan, obat biusnya tidak akan berguna terhadap pencabutan itu. Yang harus dilakukan kali pertama adalah menstabilkan kondisi pasien dulu. Meredakan dulu nyerinya, tambahnya.

Baca Juga :
8 Obat Rumahan untuk Meredakan Sakit Gigi

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan ketika gusi membengkak. Pertama, ambil air hangat. Kemudian, yang kedua, beri garam secukupnya pada gelas berisi air hangat tersebut. Kumur perlahan dan ulangi sesuai kebutuhan dalam sehari.

Stanley mengungkapkan, air garam hangat bisa mengurangi keluhan nyeri. Sebab, air yang bersuhu hangat dapat melancarkan aliran darah di area rongga mulut. Sementara itu, garam bersifat mematikan bakteri. Tujuannya, meningkatkan kebersihan di dalam rongga mulut.

Dokter yang juga bergabung dalam organisasi Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI) itu menyatakan, gusi bengkak berisiko fatal apabila kondisi tubuh tidak fit. Sebab, jika pecah, nanah bisa menyebar ke bagian tubuh lain.

Nanah akan meluas ke daerah paling sedikit hambatan hingga menyebabkan abses pada leher dan rongga mulut. Stanley menyebutkan, seseorang bisa kesulitan bernapas hingga menelan.

Baca Juga :
5 Solusi Alami untuk Meredakan Sakit Gigi dan Gusi

PENYEBAB GUSI BERDARAH DAN BERNANAH

Radang Gusi

Bisa dipicu penumpukan plak di gigi. Jika dibiarkan dan tidak dibersihkan, plak bisa berubah menjadi karang gigi. Karang gigi tersebut bisa menginfeksi gusi dan memicu radang.

Gigi Berlubang

Lubang pada gigi bisa menjadi akses masuk bakteri untuk berkembang biak. Itu memicu peradangan, bahkan menimbulkan kantong nanah.

Infeksi Bakteri

Bakteri, jamur, virus, dan parasit bisa menjadi penyebab gusi bengkak. Jika dibiarkan dan tanpa pengobatan, infeksi bisa menjadi parah dan memicu gusi berdarah.

Kurangnya Nutrisi

Kekurangan nutrisi menyebabkan daya tahan tubuh berkurang. Akibatnya, infeksi bisa dengan mudah masuk tubuh. Termasuk infeksi pada gusi dan mulut.

CARA MENJAGA KESEHATAN GUSI

1. Sering berkumur dengan air bersih atau air putih setelah makan.

2. Menyikat gigi dua kali dalam sehari. Tapi, perlu diperhatikan kondisi sikat giginya, ya. Kalau bentuk sikat gigi sudah tidak baik, yuk ganti.

3. Rajin bersihkan area lidah. Ada dua alat pembersih lidah. Pertama, Anda bisa membersihkan lidah menggunakan bagian bawah kepala sikat. Atau, Anda juga dapat membeli alat khusus di apotek.

*Sumber: Mayapada Hospital Surabaya

Original Source