Kasus Kematian Siswa SMK di Nias Selatan Masih Diselidiki, Polisi: Perlu Pembuktian Mendalam

Kasus Kematian Siswa SMK di Nias Selatan Masih Diselidiki, Polisi: Perlu Pembuktian Mendalam

Infografis | sindonews | Kamis, 18 April 2024 - 09:13
share

Kematian YN (17), seorang siswa SMK di Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara, masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Dugaan penganiayaan oleh kepala sekolah menjadi motif di balik peristiwa ini, namun polisi menyebut perlu pembuktian mendalam karena kejadian sudah 3 minggu berlalu.

Yaredi Ndruru, nama lengkap korban, sempat kritis di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia pada 15 April 2024. Pihak keluarga menduga Yaredi dianiaya oleh kepala sekolahnya, SZ, pada 23 Maret 2024.

"Perlu pembuktian mendalam karena kejadian ini sudah 3 minggu berlalu. Dan perlu dilakukan otopsi," ujar Bripka Dian Octo Tobing, Kasi Humas Polres Nias Selatan, Kamis (18/4/2024).

Menurut keterangan keluarga, Yaredi dipukul di bagian kening sebanyak 5 kali oleh SZ. Sejak saat itu, Yaredi mengalami sakit kepala parah dan kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Polisi telah mendatangi rumah sakit dan keluarga korban untuk mengumpulkan keterangan. Namun, karena kondisi Yaredi yang kritis, polisi belum dapat meminta keterangan langsung dari korban.

Pasca meninggalnya Yaredi, keluarga bersepakat untuk menyerahkan jenazah kepada pihak berwenang untuk dilakukan autopsi. Mereka berharap proses hukum dapat berjalan dengan adil dan transparan.

Topik Menarik