Pagi Ini, Gunung Merapi Muntahkan 9 Kali Guguran Lava Pijar ke Kali Bebeng

Pagi Ini, Gunung Merapi Muntahkan 9 Kali Guguran Lava Pijar ke Kali Bebeng

Infografis | sindonews | Sabtu, 2 Maret 2024 - 08:19
share

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG)mencatat terjadi sembilan kali guguran lava pijar sepanjang pagi ini. Jarak luncuran terjauh mencapai 1.500 meter ke arah barat daya atau Kali Bebeng.

Dari pengamatan meteorologi, kondisi cuaca di Gunung Merapi mendung dan berawan.Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat. Suhu udara 18,7-19,8derajat Celsius dengankelembaban udara 69-94persen, dan tekanan udara 872,1-918,8 mmHg.

Secara visual kabut0-I hingga kabut 0-II.Sedangkan asap kawah nihil. BPPTKG juga mencatat terjadi 21 gempa guguran dengan amplitudo 2-12 mm,durasi 41,48-146,8 detik.

Baca Juga: Pertama dalam Sejarah, Gunung Merapi Miliki 2 Kubah Lava Aktif

Gempa hybrid atau fase tiga kali dengan amplitudo 3-4 mm, S-P 0,5-0,7 detik,durasi 6,16-8,24 detik. Gempa vulkanik dangkal sekali dengan amplitudo 57 mm,durasi 9,36 detik. Sedangkan gempa tektonik jauh sekali dengan amplitudo 2 mm, S-P 26,25 detik,durasi 74,4 detik.

Meski aktivitas tinggi, status Gunung Merapi tetap berada di level III atau siaga.Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Kemudian untuk suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.

Topik Menarik