Diguyur Hujan selama 3 Hari, Ratusan Hektar Sawah di Bojonegoro Terendam Banjir

Diguyur Hujan selama 3 Hari, Ratusan Hektar Sawah di Bojonegoro Terendam Banjir

Infografis | sindonews | Jum'at, 9 Februari 2024 - 10:10
share

Para petani di Kabupaten Bojonegoro harus menghadapi kenyataan pahit ketika ratusan hektar sawah mereka terendam banjir akibat luapan sungai dan saluran irigasi. Kejadian ini terjadi di Dusun Poluju Desa Kecamatan Baureno, dengan durasi tiga hari sejak Selasa (6/2/2024).

Para petani yang menyaksikan sawah-sawah mereka terendam banjir hanya bisa pasrah menghadapi derasnya arus air yang tidak bisa mereka kendalikan. "Airnya deras sekali, kemungkinan kecil tanaman bisa selamat," ungkap Sujarno, salah seorang petani setempat pada Jumat (9/2/2024).

Menurut data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, terdapat setidaknya 740 hektar lahan pertanian yang mayoritas ditanami padi terendam banjir. Lahan-lahan pertanian yang terkena dampak ini tersebar di 9 desa dari 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Balen, Kapas, Kota Bojonegoro, dan Kecamatan Baureno. Tanaman padi yang terendam banjir memiliki usia antara 50 hari hingga 3 bulan.

Baca Juga: Banjir Landa 10 Desa di Bojonegoro, Ratusan Rumah Warga Terendam

Kepala BPBD Bojonegoro, Ardhian Orianto, menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh luapan sejumlah sungai dan saluran irigasi yang berlangsung selama tiga hari sebelumnya. "Tinggi muka air Bengawan Solo sedang tinggi, sehingga air dari sejumlah anak sungai tidak bisa masuk," terangnya.

Saat ini, meskipun banjir mulai surut setelah debit air Sungai Bengawan Solo menurun, petugas masih melakukan penilaian terhadap dampak yang ditimbulkan. Salah satu dampak yang sangat mungkin adalah gagal panen bagi tanaman padi yang terendam banjir.

Pihak berwenang masih menghitung kerugian yang dialami oleh para petani akibat bencana ini. Dengan demikian, situasi ini menandai tantangan besar bagi para petani Bojonegoro yang harus bangkit kembali dari musibah yang menimpa pertanian mereka.

Topik Menarik