Banjir Terjang Jalur Kereta di Grobogan, Perjalanan 5 KA Terganggu

Banjir Terjang Jalur Kereta di Grobogan, Perjalanan 5 KA Terganggu

Infografis | sindonews | Selasa, 6 Februari 2024 - 10:44
share

Banjir di Kabupaten Grobogan menjadi banjir terparah pada Selasa (6/2/2024). Tak hanya menggenangi jalan, sawah dan rumah penduduk. Jalur kereta api dari Semarang ke Surabaya juga terdampak.

Banjir itu terjadi antara Stasiun Gubug-Stasiun Karangjati di KM 32+5/7 lintas Semarang - Surabaya pada hari Selasa 6 Februari 2024 pukul 05.30 WIB. Untuk sementara jalur KA di lokasi tersebut tidak bisa dilewati oleh kereta api.

”Kami melakukan upaya perbaikan jalur rel di lokasi tersebut dengan mengerahkan petugas prasarana dan menyiapkan material di lokasi yang terendam banjir tersebut,” kata Manager Humas Daop 4 Semarang Franoto Wibowo, Selasa (6/2/2024).

Baca Juga: Sungai Lusi dan Tuntang Meluap, 9 Kecamatan di Grobogan Diterjang Banjir

Sementara itu menurut catatan PT KAI Daop IV Semarang, hingga pukul 07.30, KA terdekat yang terimbas banjir adalah KA penumpang 185 Blambangan ekspres, KA Barang 2527, KA Parcel 284, KA penumpang no 227 Blora jaya, KA Barang 2519.

Kondisi tersebut terkendala jalur sehingga tertunda untuk sementara waktu sampai air dan jalur terkondisikan aman dilalui. ”Kami memohon maaf kepada pelanggan KA atas ketidaknyamanan akibat keterlambatan dari wilayah Daop 4 Semarang,” ungkapnya.

KAI juga memberikan Service recovery (SR) berupa minuman , makanan ringan dan berat kepada pelanggan KA yang mengalami kelambatan akibat banjir. Banjir di Kabupaten Grobogan melanda 9 kecamatan dengan titik di 20 desa lebih.

Banjir terjadi akibat dari luapan Sungai Lusi dan Sungai Tuntang. Hujan intensitas sedang dengan durasi panjang selama dua hari berturut-turut membuat air hujan lokal dan kiriman menyatu. Sehingga banjir terjang wilayah Kabupaten Grobogan.

Dari data tersebut lebih dari 50 desa tergenang air dengan ketinggian bervariasi yakni 30 hingga 1 meter. Tak hanya menggenangi rumah warga, banjir juga menggenang ke jalan nasional dan pertanian.

Topik Menarik