KPK Apresiasi Bobby Rasyidin Kooperatif, Pastikan Penyitaan Rp2 Miliar Tak Terkait KAI
JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin kooperatif terkait penyerahan uang Rp2 miliar yang berujung penyitaan. Diketahui, uang tersebut diduga terkait kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di PT Pertamina (Persero) tahun 2018-2023.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, penyitaan itu terjadi pada Agustus 2025 lalu.
"Penyitaan itu sudah dilakukan sejak Agustus 2025. Jadi kami luruskan, penyitaan ini bukan dilakukan dalam waktu dekat ini ya, tapi penyitaan sudah dilakukan di tahun lalu," kata Budi kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).
Penyerahan uang itu dinilai KPK turut membantu proses pengungkapan perkara. Setelah penyitaan, penyidik kemudian melakukan pendalaman dan analisis.
"Artinya Saudara BR ini secara kooperatif kemudian mengembalikan atau menyerahkan uang tersebut begitu mengetahui bahwa uang ini ada (keterkaitan) dugaan dengan perkara, karena dalam keterangannya yang bersangkutan tidak mengetahui sumber dananya" ujarnya.
Penyidik juga telah meminta klarifikasi Bobby pada 28 Agustus 2025 lalu. Dugaan penerimaan uang yang bersumber dari Elvizar selaku pemilik PT Pasifik Cipta Solusi (PCS), terjadi saat Bobby berstatus pihak swasta. Oleh karena itu, penyitaan uang tak terkait dengan posisi Bobby selaku Dirut PT KAI dan berkarier di PT LEN.
"Benar, jadi kami sekaligus meluruskan beberapa informasi yang beredar di media bahwa penyitaan terhadap Saudara BR ini bukan kapasitas yang bersangkutan sebagai Dirut PT KAI karena memang tempus perkaranya sudah lama 2018 sampai 2023 dengan sprindik tahun 2024," kata Budi.
Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin buka suara soal penyitaan uang Rp2 miliar oleh KPK. Penyitaan itu disebut-sebut terkait kasus dugaan korupsi pengadaan digitalisasi SPBU Pertamina tahun 2018-2023.
Bobby mengaku sedih melihat banyaknya pemberitaan seolah penyitaan tersebut dilakukan baru-baru ini.
"Terkait ramainya pemberitaan hari ini di media tentang saya, saya sangat sedih dan menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar," kata Bobby dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/11/2026).
Dia menyatakan saat ini sedang fokus mengatasi persoalan terkait kereta api. Dia sedang berada di Yogyakarta untuk menginspeksi keselamatan pelintasan sebidang.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) berlangsung tanpa ada kecelakaan atau zero accident.









