Refly Harun Desak Ijazah Jokowi Ditampilkan di Sidang: Berani Gak Diuji?
JAKARTA, iNews.id - Kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, mempertanyakan belum dihadirkannya ijazah fisik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur. Dia menilai, dokumen yang menjadi pokok polemik tersebut semestinya diperlihatkan secara langsung di ruang sidang agar dapat diperiksa dan diklarifikasi.
Refly mengatakan, hingga persidangan ke-11 dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dan persidangan keempat dengan terdakwa Roy Suryo, ijazah fisik Jokowi belum pernah ditampilkan di hadapan majelis hakim.
"Bayangkan sampai sidang yang ke-11 bagi Dokter Tifa dan ke-4 bagi kita, ijazah itu tidak pernah nongol, tidak pernah muncul di persidangan. Itu sangat aneh. Karena biasanya barang bukti itu selalu dihadirkan," ujar Refly di PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
Prabowo Puji Prajurit TNI Selalu Ada di Lokasi Bencana: Rakyat Lihat Siapa yang Hadir Bersama Mereka
Menurutnya, kehadiran ijazah asli menjadi salah satu hal penting yang ingin diminta pihaknya dalam pemeriksaan Jokowi sebagai saksi pelapor. Refly berharap jaksa penuntut umum dapat menghadirkan dokumen tersebut sehingga persoalan itu tidak hanya menjadi perdebatan di luar persidangan.
"Apakah ijazah beliau itu asli atau palsu? Nah, kita harapkan pagi ini ijazah yang asli, yang fisik, yang analog itu dibawa oleh jaksa atau penuntut umum. Jangan sampai disembunyikan," katanya.
Refly menilai, pembuktian keaslian dokumen tidak cukup hanya dengan memperlihatkan ijazah, tetapi juga harus melalui proses pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, dia meminta pemeriksaan melibatkan lembaga dan ahli forensik independen.
"Yang namanya sebuah dokumen itu asli atau tidak asli, bukan langsung ditunjukkan tanpa diuji dan kita percaya. Harus ada pengujian yang independen," tuturnya.
Dia juga mempertanyakan kesediaan Jokowi memberikan kesempatan kepada Roy Suryo dan pihak terkait untuk menguji dokumen tersebut melalui lembaga independen.
"Berani enggak Pak Jokowi memberikan kesempatan kepada kita semua, terutama kepada Mas Roy, untuk menguji secara independen, termasuk lembaga pengujian independen, apakah ijazah itu asli atau tidak," ucap Refly.
Lebih lanjut, Refly menegaskan pihaknya tidak bermaksud menyerang atau merendahkan Jokowi. Pemeriksaan tersebut, kata dia, merupakan kesempatan untuk mencari kejelasan atas persoalan yang menjadi perhatian publik.
"Kami bukan ingin menumbangkan, merendahkan atau menghantam apa pun Pak Jokowi. Kami ingin bertanya. Kita berharap sama-sama bermental mencari kebenaran, bukan mencari pembenaran," pungkasnya.










