Terjebak di Kamboja 2 Minggu karena Tak Sanggup Beli BBM, Kapal Pesiar Mewah Lanjut Berlayar
PHNOMPENH, iNews.id - Kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey yang sempat terjebak hampir 2 minggu di pelabuhan Kamboja, akhirnya melanjutkan pelayaran, Rabu (4/11/2026). Kapal mewah yang membawa ratusan penumpang itu menghentikan operasional pada 23 Oktober karena mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM).
Akibatnya, lebih dari 200 penumpang yang telah membayar puluhan ribu dolar AS per orang untuk pelayaran beberapa tahun itu terpaksa turun. Belum kejelasan nasib perjalanan mereka.
Pemilik kapal, Villa Vie Residences, perusahaan yang berbasis di Florida, Amerika Serikat, menangguhkan operasional kapal pada akkhir Oktober di Pelabuhan Sihanoukville.
Taing Sochitkrishna, kepala Dinas Pariwisata Sihanoukville, mengatakan kapal meninggalkan pelabuhan tanpa penumpang dan hanya sekitar 50 kru.
Dia menambahkan, sekitar 100 penumpang masih berada di Kamboja, sebagian besar terbang ke tujuan wisata lain.
Para penumpang menurunkan barang-barang mereka dari kapal terakhir pada Selasa (3/11/2026). Banyak dari mereka mengatakan tak ingin melanjutkan pelayaran.
“Masih banyak barang di kapal yang ingin saya bawa,” kata Shirine Thomas, penumpang asal Wilmington, North Carolina, seperti dikutip dari Reuters.
Kapal Villa Vie Odyssey berlayar keliling dunia selama 755 hari sebagai salah satu dari sedikit kapal yang menawarkan kesempatan kepada penumpang untuk menyewa atau membeli tempat tinggal jangka panjang, bahkan permanen.
Tujuan akhir kapal belum dikonfirmasi. Beberapa penumpang dan situs web pelacakan maritim mengungkap, kapal tersebut hendak menuju Singapura.
Mary Ann Demsar (67), seorang penumpang asal Ontario, Kanada, mengatakan pemilik kapal tidak memberikan informasi apa pun mengenai kelanjutan pelayaran.
“Kami tidak mendapat indikasi jelas dari pemilik Villa Vie tentang apa yang terjadi. Mereka hanya diam, satu-satunya informasi yang kami dapat berasal dari pemerintah dan perwakilan (diplomatik) di Kamboja,” ujarnya.










