Polri Canangkan Dai Kamtibmas, Gandeng Ulama Jaga Keamanan hingga Tangkal Radikalisme

Polri Canangkan Dai Kamtibmas, Gandeng Ulama Jaga Keamanan hingga Tangkal Radikalisme

Terkini | inews | Rabu, 4 November 2026 - 17:36
share

JAKARTA, iNews.id - Polri melibatkan Dai Kamtibmas sebagai upaya memperkuat sinergi kepolisian dengan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Program itu salah satunya diterapkan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri menjelaskan, menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian. Kamtibmas dapat terwujud lewat keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama dan tokoh agama.

"Dai Kamtibmas bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini merupakan momentum untuk memperkuat kemitraan strategis antara Polri dan ulama dalam menjaga kondusivitas masyarakat," kata Rulian, Rabu (4/11/2026).

Dia menambahkan, pengukuhan tersebut sejalan dengan program Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melalui visi Polisi Bersama Masyarakat. Melalui Dai kamtibmas, Polres Malang memperkuat kedekatan dengan warga sekaligus mengajak tokoh agama berperan aktif menjaga kamtibmas di tingkat desa.

“Upaya ini juga sejalan dengan program Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono melalui semangat Jogo Omah. Program ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, dimulai dari lingkungan rumah, keluarga, hingga lingkungan sekitar,” ujarnya.

Melalui peran Dai Kamtibmas, pesan menjaga kerukunan dan keamanan diharapkan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.

Menurutnya, tantangan sosial di tengah masyarakat semakin kompleks, mulai dari penyebaran berita bohong atau hoaks, radikalisme, penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga potensi konflik yang dapat memicu perpecahan.

Karena itu, para Dai Kamtibmas diharapkan dapat mengambil peran melalui pendekatan persuasif dan edukatif. Mereka juga diminta menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan serta mengedepankan nilai Islam rahmatan lil alamin.

"Jadilah penyejuk di tengah umat, benteng dalam menangkal radikalisme, narkotika, judi online, dan kenakalan remaja. Jadilah jembatan komunikasi atau cooling system ketika terjadi konflik di masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Malang Soleh Arifin menekankan Dai Kamtibmas memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar menyampaikan dakwah. Mereka juga diharapkan menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga keharmonisan dan ketenteraman masyarakat.

Soleh menegaskan ulama dan umara tidak dapat dipisahkan dalam menjaga kehidupan masyarakat. Menurutnya, diperlukan kerja sama dan komunikasi yang baik antara keduanya agar tercipta lingkungan yang aman, rukun, dan kondusif.

"Ulama dan umara itu memang tidak bisa dipisahkan. Rasulullah SAW juga sangat menekankan agar ada kerja sama dan komunikasi yang baik antara ulama dan umara," ujar Soleh.

Topik Menarik